Pemkot Jakpus Prioritaskan Bantuan Darurat Korban Kebakaran Batu Ceper Gambir

Kebakaran yang menghanguskan permukiman padat di Jalan Batu Ceper 8, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, berhasil dipadamkan. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Pemkot Jakpus Prioritaskan Bantuan Darurat Korban Kebakaran Batu Ceper Gambir

Gabriella Thesa Widiari • 1 September 2026 08:55

Jakarta: Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat memprioritaskan penanganan dan bantuan darurat bagi warga korban kebakaran di Jalan Batu Ceper, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Kebakaran itu terjadi pada Senin, 31 Agustus 2026.

"Fokus utama saat ini adalah mitigasi darurat serta penyaluran bantuan natura," kata Wali Kota Jakarta Pusat Arifin, dilansir dari Antara, Selasa, 1 September 2026.

Pihaknya belum membahas mengenai perbaikan maupun rekonstruksi bangunan pascakebakaran. Hal itu akan dibicarakan setelah masa tanggap darurat selesai.

"Pembahasan mengenai perbaikan atau rekonstruksi rumah warga akan dilakukan setelah masa tanggap darurat selesai," kata Arifin.

Menurut dia, penanganan saat ini dilakukan bersama dengan adan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Sosial, serta unsur terkait lainnya. Berdasarkan catatan data sementara, kebakaran berdampak pada empat RT di lingkungan RW 01 Kelurahan Kebon Kelapa, yakni RT 04, RT 05, RT 07, dan RT 09.

Sebanyak 114 rumah dilaporkan rusak. Sementara itu, jumlah warga yang terdampak mencapai lebih dari 800 jiwa. 

Arifin mengatakan penanganan di lokasi masih berlangsung dengan petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) melakukan pendinginan untuk memastikan kondisi aman setelah kebakaran.


Kebakaran yang menghanguskan permukiman padat di Jalan Batu Ceper 8, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, berhasil dipadamkan. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Selain itu, Pemkot Jakarta Pusat menyiapkan sejumlah kebutuhan dasar bagi warga terdampak seama masa tangap darurat. Di antaranya yaitu, makanan, minuman, air bersih, dan toilet bergerak.

Pemerintah bersama unsur terkait terus memastikan ketersediaan sarana pendukung selama warga menjalani masa tanggap darurat.

"PLN tengah melakukan upaya pemulihan jaringan agar pasokan listrik dapat kembali menyala setelah kondisi di lokasi dinyatakan aman," kata Arifin.

(Gabriella Thesa Widiari)