Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang terekam CCTV PVMBG pada Rabu (26/8). ANTARA/HO-PVMBG
Anak Krakatau Erupsi 13 Kali Hari Ini, Warga Diimbau Jauhi Kawah
Lukman Diah Sari • 26 August 2026 18:53
Lampung Selatan: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat terjadinya 13 kali erupsi dari kawah Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Ketinggian kolom abu bervariasi mulai dari 50 hingga 300 meter dari puncak, terhitung sejak pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Suwarno, mengatakan aktivitas vulkanis Gunung Anak Krakatau masih bersifat fluktuatif sehingga potensi erupsi susulan sangat mungkin terjadi.
"Sejak siang hingga sore hari terhitung sebanyak 13 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 47-56 mm, dan lama gempa 20-173 detik," ujar Suwarno, Rabu, 26 Agustus 2026, melansir Antara.
"Erupsi itu terekam di tremor menerus dengan amplitudo 4-60 milimeter," terangnya.
Peningkatan aktivitas vulkanis yang terjadi pada awal Juli sebelumnya sempat menjadi dasar Badan Geologi untuk menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Meski demikian, berdasarkan analisis terkini, aktivitas gunung api tersebut masih berada dalam kategori yang dapat ditangani melalui penerapan langkah mitigasi rekomendasi PVMBG.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang terekam CCTV PVMBG pada pukul 18.00 WIB, Sabtu 22 Agustus 2026. ANTARA/HO-PVMBG
Masyarakat, wisatawan maupun nelayan diimbau tidak beraktivitas dalam radius yang telah direkomendasikan oleh otoritas vulkanologi guna menghindari risiko yang dapat ditimbulkan akibat erupsi maupun lontaran material vulkanik.
“Gunung Anak Krakatau masih dalam stasiun Level II, atau Waspada, nelayan dan wisatawan diminta untuk tidak mendekati dalam radius dua kilometer dari kawah, Gunung Anak Krakatau,” ucapnya.
Selain itu, nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda juga diminta untuk terus memantau perkembangan informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi cuaca sebelum melaut.
Warga diharapkan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan oleh lembaga berwenang.