Bitcoin Tembus USD80 Ribu, Ini Faktor Pendorongnya

Bitcoin. Foto: Freepik.

Bitcoin Tembus USD80 Ribu, Ini Faktor Pendorongnya

Husen Miftahudin • 27 August 2026 22:20

Jakarta: Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat dan menembus level USD80 ribu pada Selasa, 25 Agustus 2026. Sebelumnya, aset kripto tersebut masih bergerak di kisaran USD64 ribu pada 17 Agustus 2026.

Penguatan bitcoin terjadi di tengah perubahan sentimen makroekonomi global, kebijakan Treasury buyback Amerika Serikat, serta meningkatnya arus dana ke exchange-traded fund (ETF) spot Bitcoin.

Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian menilai penguatan bitcoin tidak hanya mencerminkan pergerakan harga dalam jangka pendek. Sejumlah indikator pasar juga menunjukkan perubahan sentimen investor.

"Momentum bitcoin dalam beberapa hari terakhir menunjukkan perubahan sentimen yang cukup signifikan. Penguatan harga berjalan bersamaan dengan meningkatnya permintaan melalui ETF spot Bitcoin dan membaiknya kondisi pasar. Namun, kenaikan yang berlangsung cepat tetap perlu diimbangi dengan disiplin dalam mengelola risiko, terutama bagi investor yang baru kembali melihat peluang di pasar," ujar Aloysia dalam keterangan tertulis, Kamis, 27 Agustus 2026.

Salah satu faktor makro yang menjadi perhatian pasar ialah kebijakan Treasury buyback atau pembelian kembali sebagian surat utang pemerintah Amerika Serikat.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Departemen Keuangan AS menjaga likuiditas dan mendukung kelancaran perdagangan surat utang. Peningkatan pembelian kembali obligasi pemerintah jangka panjang sempat menekan imbal hasil atau yield, sehingga turut meningkatkan minat terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto.
 

 

Arus dana ETF Bitcoin meningkat


Dari sisi permintaan, ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat kembali mencatatkan arus dana positif. Berdasarkan data SoSoValue, ETF Bitcoin spot mencatatkan net inflow sekitar USD2,57 miliar selama periode 17-25 Agustus 2026.

Pada periode yang sama, CryptoQuant mencatat Bull Score Bitcoin meningkat dari 30 menjadi 80 dalam sepekan. Kondisi tersebut menunjukkan peningkatan optimisme dan selera risiko pelaku pasar terhadap Bitcoin.

"Arus dana ETF menjadi salah satu indikator permintaan terhadap bitcoin kembali menguat. Ketika peningkatan permintaan tersebut berjalan bersamaan dengan kenaikan harga, momentum pasar menjadi lebih kuat. Namun, pergerakannya tetap perlu dibaca bersama kondisi makro, likuiditas, aktivitas pasar, dan sentimen investor secara keseluruhan," jelas Aloysia.

Bitcoin yang sempat bergerak relatif terbatas pada awal Agustus mulai mengalami akselerasi pada 19 Agustus 2026. Harganya kemudian meningkat lebih dari 20 persen dalam tiga hari.

Penguatan tersebut turut dipengaruhi aksi short squeeze dan membawa harga bitcoin menembus level USD80 ribu pada 25 Agustus 2026. Pergerakan tersebut menunjukkan kembali menguatnya minat beli di pasar. Namun, kenaikan yang berlangsung cepat juga membuat risiko volatilitas tetap perlu menjadi perhatian investor.


(Analisis bullish bitcoin di Agustus 2026 oleh Indodax. Foto: dok Indodax)
 

Investor perlu menyesuaikan strategi


Di tengah penguatan harga bitcoin, sentimen pasar telah berada di area optimistis. Kondisi tersebut dapat membuka peluang, tetapi juga berpotensi meningkatkan volatilitas ketika investor dan trader terlalu agresif mengejar kenaikan harga.

Investor dan trader perlu menyesuaikan strategi dengan tujuan investasi serta profil risiko masing-masing. Trader jangka pendek dapat mengevaluasi ukuran posisi dan batas risiko. Sementara itu, investor jangka panjang dapat mempertimbangkan pendekatan secara bertahap agar keputusan investasi tidak hanya didorong kenaikan harga.

"Momentum bullish tidak selalu bergerak dalam satu arah. Fokus investor sebaiknya bukan mengejar harga atau menebak titik tertinggi, tetapi memahami faktor yang menggerakkan pasar dan memiliki rencana menghadapi berbagai skenario," tambah Aloysia.

Sebagai salah satu bursa aset kripto di Indonesia, Indodax mendorong masyarakat melakukan Do Your Own Research (DYOR), memahami karakteristik dan volatilitas aset kripto, serta menerapkan manajemen risiko sebelum mengambil keputusan transaksi.

(Husen Miftahudin)