Kondisi Membaik, 15 Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Diizinkan Pulang

Kecelakaan hebat yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek. Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/s.

Kondisi Membaik, 15 Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Diizinkan Pulang

Aris Setya • 28 April 2026 13:00

Jakarta: Sebanyak 15 pasien korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur yang menjalani perawatan di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (CAM) Kota Bekasi telah diperbolehkan pulang. Keputusan ini diambil tim medis setelah kondisi kesehatan para korban dinyatakan stabil dan cukup untuk melanjutkan proses pemulihan melalui rawat jalan.

"Korban yang ada di RSUD Chasbullah Abdulmadjid ada kurang lebih 54, dan 15 orang sudah pulang tadi pagi, karena memang bisa lanjut rawat jalan," ujar Direktur Utama RSUD Bekasi, Ellya Niken Prastiwi, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 28 April 2026.
 


Niken menjelaskan, dari total 54 korban yang diterima pihak rumah sakit sejak Senin malam, 27 April 2026, sebanyak 17 pasien saat ini masih harus menjalani perawatan intensif. Sebagian di antaranya tengah menjalani observasi ketat dan persiapan tindakan operasi di ruang perawatan khusus.

“Kemudian yang sudah mendapatkan rawat inap untuk dikelola lebih lanjut ada yang operasi, ada yang diobservasi, itu kurang lebih 17 orang dan sudah ada ditempatkan di ruang Bougenville,” jelas Niken.

Guna memberikan kepastian bagi pihak keluarga, RSUD Bekasi telah mendirikan posko terpadu yang bekerja sama dengan pihak kepolisian. Posko ini berfungsi sebagai pusat informasi satu pintu bagi keluarga yang ingin mengetahui kondisi maupun keberadaan korban.

"Poskonya kita kalau untuk di depan untuk informasi buat teman-teman itu ada posko bantuan dari bersama dengan Polda untuk memberikan keluarga yang pengen mengetahui korban yang terjadi," katanya.


RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (CAM) Kota Bekasi. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Selain posko informasi, pihak rumah sakit juga menyiagakan tim medis reaksi cepat di area Instalasi Gawat Darurat (IGD). Langkah ini diambil untuk memastikan setiap kebutuhan darurat pasien dapat ditangani secara taktis dan paripurna.

"Kemudian posko di layanan medis kita di IGD membentuk tim untuk sigap dan untuk bisa reaksi cepat terhadap bantuan yang ada," ujar Niken.

Manajemen rumah sakit memastikan bahwa seluruh identitas korban, baik luka maupun meninggal dunia, telah teridentifikasi secara lengkap. Untuk korban meninggal dunia yang berjumlah tiga orang di RSUD CAM, seluruhnya telah diserahkan kepada pihak keluarga.

"Di Rumah Sakit Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi ada 3 orang yang meninggal dan semuanya sudah dipulangkan, diambil keluarganya dan satu sudah diantar ke Jawa," ucap Niken.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)