Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel. (Anadolu Agency)
Presiden Kuba Sebut Ancaman Militer AS Kian Berbahaya di Era Trump
Willy Haryono • 3 May 2026 13:48
Havana: Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez menyatakan bahwa ancaman militer Amerika Serikat terhadap negaranya telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Melalui pernyataan di platform X, Diaz-Canel menuduh Presiden Donald Trump meningkatkan risiko agresi militer secara berbahaya.
“Presiden Amerika Serikat meningkatkan ancaman agresi militernya terhadap Kuba hingga ke tingkat yang berbahaya dan belum pernah terjadi sebelumnya,” sebut Diaz-Canel, dilansir dari Antara, Minggu, 3 Mei 2026.
Ia menyerukan komunitas internasional serta masyarakat Amerika Serikat untuk memperhatikan perkembangan tersebut dan menilai apakah langkah tersebut dapat dibenarkan.
Diaz-Canel juga menegaskan bahwa Kuba siap mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaannya dari segala bentuk ancaman eksternal.
Pernyataan ini muncul setelah Trump menandatangani perintah eksekutif baru yang memperketat pembatasan terhadap institusi keuangan asing yang bertransaksi dengan individu maupun perusahaan di Kuba.
Kebijakan tersebut mewajibkan kepatuhan terhadap sanksi Amerika Serikat. Pemerintah Kuba menilai langkah terbaru Washington sebagai bentuk tekanan ekonomi dan politik yang semakin agresif.
Diaz-Canel menyebut kebijakan itu mencerminkan “kemelaratan moral” pemerintah AS serta memperparah dampak embargo yang telah lama membebani ekonomi Kuba.
Sebelumnya, Trump juga memberlakukan tarif impor terhadap negara-negara pemasok minyak ke Kuba dan menetapkan status darurat nasional dengan alasan ancaman keamanan.
Havana menuduh Washington menggunakan embargo energi untuk menekan ekonomi nasional dan memperburuk kondisi hidup rakyat Kuba.
Baca juga: Trump Klaim AS Akan Segera Ambil Alih Kuba, Isyaratkan Penggunaan Militer