Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria. Foto: Metrotvnews.com/Kautsar Widya Prabowo.
BRIN Siap Berkontribusi Selamatkan Pantura lewat Giant Sea Wall
M Sholahadhin Azhar • 5 January 2026 10:51
Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengaku siap untuk berkontribusi dalam penyelamatan kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa. Yakni, mencakup upaya mitigasi bencana rob dan penurunan tanah melalui inovasi Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa.
Inovasi ini dikembangkan BRIN di Laboratorium Dinamika Pesisir dan Rekayasa Pantai (Lab-DPRP), yang berada di BRIN Kawasan Yogyakarta Mlati, Sleman, Yogyakarta.
“BRIN insya Allah siap untuk memberikan kontribusi dalam rangka untuk penyelamatan pantura Jawa yang memang sangat rentan terhadap berbagai problem terkait dengan rob, banjir, dan dan lain sebagainya,” kata Kepala BRIN Arif Satria, dalam keterangan yang dikutip Senin, 5 Januari 2026.
Hal tersebut diungkap Arif, saat mengunjungi Lab-DPRP untuk meninjau fasilitas di sana, yang dulunya merupakan laboratorium teknik pantai Indonesia pada Jumat, 2 Januari 2026. Arif mengatakan laboratorium ini merupakan tempat strategis untuk penelitian mulai dari dinamika gelombang laut, struktur pelindung pantai, hingga mitigasi bencana pesisir.
Dengan fasilitas seperti simulasi gelombang, alat ukur hidrodinamika, serta peralatan survey lapangan, menurut Arif kawasan ini sangat mumpuni untuk melakukan riset dan menghasilkan inovasi berkaitan dengan rekayasa pantai atau coastal engineering. Ia menyebut, banyak inovasi-inovasi yang dilakukan para periset BRIN. Uramanya, terkait bagaimana desain Giant Sea Wall yang saat ini akan menjadi proyek strategis.

Gedung BRIN. Foto: Humas BRIN.
Inovasi infrastruktur tanggul ini pun telah disampaikan oleh Arif kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurtri Yudhoyono. Hal tersebut telah diakui dan mendapat apresiasi.
“Jadi banyak inovasi-inovasi tanggul, inovasi tentang nature-based solution, inovasi tentang bagaimana membangun kekuatan sumber energi-energi baru yang ada di laut yang saat ini sangat diperlukan,” ujar Arif.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com