Bongkar Muat Peti Kemas NPCT1 Akhir Tahun Tembus 5 Ribu TEUs

Bongkar muat di NPCT1. Foto: Metro TV/Yurike

Bongkar Muat Peti Kemas NPCT1 Akhir Tahun Tembus 5 Ribu TEUs

Yurike • 31 December 2025 11:18

Jakarta: Memasuki pergantian tahun, New Priok Container Terminal One (NPCT 1) menerapkan sejumlah pembatasan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan arus pengiriman peti kemas pada akhir tahun ini.

Direktur NPCT1 Kiki Mohammad Hikmat mengatakan lalu lintas pengiriman barang selama periode Nataru berjalan normal, meski mengalami peningkatan. Menurutnya, NPCT1 sebagai operator terminal peti kemas, siap dalam menghadapi lonjakan pengiriman barang.

"Untuk Nataru, semua lalu lintas barang dan pengiriman logistik sudah dipastikan jelas bahwa itu bisa terlaksana dengan baik dan hal itu kita bisa yakinkan komitmen dengan adanya pembatasan-pembatasan truk dan pembatasan yor," jelas Kiki, di Pelabuhan NPCT 1, Koja, Jakarta Utara, Selasa, 30 Desember 2025.
 


Kiki menegaskan, bagaimanapun kondisi lalu lintas atau jumlah barangnya, volume bukanlah prioritas. Ia memastikan pihaknya dapat memberi pelayanan dengan baik dan berkoordinasi dengan stake holder terkait seperti KSOP, Kepolisian, Pemkot Jakarta Utara dan juga Pelindo.

"Jadi kita pastikan semua barang itu bisa terlaksana dengan baik, bongkar muatnya di terminal kami bisa dilaksanakan dengan baik," kata Kiki.

Kiki mengeklaim pembatasan yang dilakukan tidak hanya diterapkan saat periode Nataru. Setiap harinya, NPCT1 sudah membatasi truk yang masuk atau gate pass truck, untuk pengiriman peti kemas ada sebanyak 2.800 unit perhari, dengan yard occupancy ratio (YOR) dijaga di level 65 persen.

Planning Manager NPCT 1, Adi Wahyu Saputra, mengatakan saat pergantian tahun ini ada setidaknya dua hingga tiga kapal yang akan bersandar di terminal NPCT 1.

"Untuk pergantian tahun memang nanti sesuai jadwal atau bisa ada perubahan atau update, tapi secara keseluruhan masih di dua atau tiga kapal," kata Adi.

Sementara, arus logistik di hari ini, pada 31 Desember, diperkirakan akan ada aktivitas bongkar muat sekitar 4 ribu hingga 5 ribu TEUs.

"Rata-rata bongkar secara keseluruhan mungkin ada sekitar 4.000 sampai 5.000 TEUs," tutupnya.

Capaian NPCT1 di 2025

Sementara itu, hingga Agustus 2025, NPCT1 mencatat total akumulasi penanganan 10 juta TEUs sejak beroperasi pada 2016. Sepanjang 2025, total ada 1,39 juta TEUs berhasil ditangani per November 2025, yang menempatkan NPCT1.

Kinerja operasional sepanjang 2025 didukung tiga peningkatan utama di dalam terminal. NPCT1 memperkuat kualitas layanan melalui pengadaan satu quay crane (QC) baru, lima unit rubber-tired gantry (RTG) crane tambahan, serta tujuh prime mover (PM), yang secara signifikan mendukung kelancaran operasional kapal dan yard.

Bongkar muat di NPCT1. Foto: Metro TV/Yurike

Kedua, dengan adanya implementasi Terminal Booking System (TBS) pada Agustus 2025, ini membuat kelancaran arus truk, mengurangi kepadatan, dan menyempurnakan proses penerimaan dan pengiriman peti kemas bagi truk eksternal.

Terakhir, operasional yard turut dioptimalkan dengan penyempurnaan distribusi klaster, pemantauan berkelanjutan guna memastikan penanganan ekspor dan impor yang tepat waktu dan efisien. Hingga peralihan sistem penagihan konvensional ke transaksi daring melalui platform ECON.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)