Beroperasi Komersial, Kargo LNG Pertama Tangguh Train 3 Dikirim ke PLN

Kapal LNG Prima mengangkut kargo LNG pertama dari Tangguh Train 3 menuju fasilitas regasifikasi PLN di Arun, Nanggroe Aceh Darussalam. Foto: Dokumen bp

Beroperasi Komersial, Kargo LNG Pertama Tangguh Train 3 Dikirim ke PLN

Annisa Ayu Artanti • 19 October 2023 10:53

Jakarta: Proyek pengembangan Kilang Tangguh Train 3 mulai beroperasi komersial. Hal itu ditandai dengan pengiriman pertama kargo Liquefied Natural Gas (LNG) pertama yang diproduksi dari fasilitas Tangguh Train 3 di Papua Barat ke pembangkit listrik PT PLN (Persero).

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengumumkan kargo LNG pertama dari Tangguh Train 3 kini tengah berlayar menuju fasilitas regasifikasi PLN di Arun, provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Dengan beroperasinya Tangguh Train 3, maka kapasitas produksi dari dua Train yang saat ini telah beroperasi akan bertambah 3,8 juta ton dan membuat total kapasitas produksi tahunan menjadi 11,4 juta ton.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan capaian ini merupakan kemajuan luar biasa dari sebuah proyek strategi nasional yang besar.

"Pengapalan pertama kargo LNG ke PLN ini juga memberikan sinyal positif terhadap daya serap gas dalam negeri yang akan digunakan untuk menjawab tantangan energi Indonesia," ungkap Dwi, dalam keterangan tertulis, Kamis, 19 Oktober 2023.

Baca juga: BP Bakal Pasok 35% Gas Nasional dari Pengoperasian Tangguh Train 3

Dwi menjelaskan Tangguh merupakan produsen LNG terbesar di Indonesia dan produksi dari Tangguh Train 3 akan berkontribusi signifikan dalam pencapaian target produksi gas nasional sebesar 12 BSCFD (miliar standar kaki kubik per hari) pada 2030.

"Dengan bertambahnya kapasitas produksi gas, membuat Tangguh akan memegang peranan penting dalam menjawab kebutuhan energi gas di Indonesia yang terus bertambah. Total produksi gas dari Tangguh kini mencapai lebih dari sepertiga produksi gas nasional,” ucap Dwi.

Di luar tambahan Train LNG baru, proyek pengembangan Tangguh juga mencakup konstruksi dua anjungan lepas Pantai, 13 sumur produksi, fasilitas pemrosesan LNG, serta infrastruktur pendukung lainnya.
 

Tangguh Train 3 telah beroperasi dengan aman


EVP Gas and Lowcarbon Energy bp,  Anja-Isabel Dotzenrath, mengatakan Tangguh Train 3 telah beroperasi dengan aman, hal ini menandakan fase baru untuk Tangguh LNG dan ini merupakan capaian yang amat membanggakan untuk bp dan juga para mitra Tangguh.

"Tangguh merupakan proyek yang penting untuk bp dan Indonesia. Saat ini, Tangguh akan berkontribusi terhadap sepertiga dari produksi gas Indonesia, dan akan berkontribusi secara signifikan dalam menjawab kebutuhan akan energi yang lebih terjangkau dan dapat diandalkan untuk bp," jelas Anja.

Sejak awal operasi, Tangguh telah menciptakan dampak sosial dan ekonomi positif yang signifikan melalui program pengembangan masyarakat yang komprehensif.
 
Tangguh Train 3 akan meningkatkan dampak positif tersebut, dengan sebagian gas yang diproduksi didedikasikan kepada elektrifikasi di Papua Barat dan untuk melanjutkan pengembangan pekerja Tangguh dari Papua dari 73 persen sampai 85 persen pada 2029, sesuai dengan komitmen yang telah dibuat oleh Tangguh.
 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Annisa Ayu)