AS Usulkan Pembukaan Blokir Aset Rusia demi Hidupkan Perundingan Damai Ukraina

Ukraina terus melakukan perlawanan terhadap Rusia. Foto: Anadolu

AS Usulkan Pembukaan Blokir Aset Rusia demi Hidupkan Perundingan Damai Ukraina

Muhammad Reyhansyah • 15 October 2026 14:55

Washington: Amerika Serikat (AS) mengusulkan agar negara-negara Eropa membuka blokir sebagian aset negara Rusia yang dibekukan sejak invasi ke Ukraina dan mengalihkannya ke instrumen keuangan di bawah pengawasan Washington. 

Menurut laporan Financial Times (FT), Rabu, 14 Oktober 2026, langkah tersebut diusulkan sebagai upaya menghidupkan kembali perundingan perdamaian.

Mengutip empat sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, FT melaporkan usulan itu dibicarakan dalam serangkaian pertemuan di Miami pekan lalu. 

Pertemuan tersebut melibatkan negosiator perdamaian Presiden AS Donald Trump serta pejabat dari Ukraina, Prancis, Jerman, Inggris, Uni Eropa, dan NATO.

Utusan khusus AS Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, dilaporkan memaparkan sejumlah mekanisme untuk membuka blokir aset tersebut. 

“Salah satu opsi yang dibahas adalah mengalihkan dana ke instrumen keuangan khusus yang berada di bawah pengawasan AS,” sebut laporan itu, dikutip dari Anadolu.

Namun, delegasi Eropa menolak usulan tersebut. Inisiatif itu dilaporkan mengejutkan sejumlah ibu kota Eropa dan Kyiv, sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai pendekatan Washington dalam menekan Moskow agar mengakhiri perang terhadap Ukraina.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada FT bahwa penggunaan aset Rusia yang dibekukan telah dibahas sebagai bagian dari kesepakatan perdamaian yang komprehensif.

Namun, mekanisme untuk membuka blokir dana dan menentukan penggunaannya masih dalam pembahasan. Pejabat tersebut menambahkan bahwa berbagai usulan mengenai pemanfaatan aset Rusia setelah perang telah diajukan dari waktu ke waktu.

Menurut laporan yang sama, pejabat Ukraina yang terlibat dalam perundingan mengatakan persoalan tersebut juga telah dibahas dengan mitra AS dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya.

Negara-negara Barat membekukan sekitar €260 miliar atau USD302 miliar aset negara Rusia pada 2022 sebagai respons terhadap perang yang dilancarkan Presiden Rusia Vladimir Putin di Ukraina. Sebagian besar dana tersebut disimpan di wilayah Uni Eropa.

Aset yang dibekukan itu menjadi salah satu persoalan utama di antara sekutu Barat Ukraina. Perdebatan berpusat pada cara membiayai pertahanan dan rekonstruksi Ukraina sekaligus memastikan Rusia menanggung konsekuensi finansial atas perang yang dilancarkannya.

(Fajar Nugraha)