Sebuah sesi sedang berlangsung di Dewan Keamanan PBB di New York, Amerika Serikat. (Anadolu Agency)
Arab Saudi Dukung Seruan DK PBB untuk Cegah Houthi Memperoleh Senjata
Willy Haryono • 17 October 2026 08:32
Riyadh: Arab Saudi menyambut baik pernyataan presiden Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang mengecam serangan Houthi terhadap kerajaan tersebut dan menyerukan kerja sama untuk mencegah kelompok itu memperoleh senjata.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mendukung kecaman DK PBB terhadap serangan Houthi yang terus berlanjut dan meningkat, termasuk yang menyasar bandara serta infrastruktur energi.
Pihak kementerian juga menyoroti kecaman DK PBB terhadap “ancaman berkelanjutan terhadap pelayaran di Laut Merah dan Bab al-Mandeb."
“Kerajaan menegaskan pentingnya ketentuan dalam pernyataan tersebut, termasuk penekanan pada pentingnya pelaksanaan penuh Resolusi Dewan Keamanan 2216 (2015) dan resolusi-resolusi berikutnya, serta seruan untuk kerja sama praktis guna mencegah kelompok Houthi teroris memperoleh senjata dan bentuk dukungan lainnya,” ujar pernyataan Kemlu Arab Saudi, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Resolusi 2216 menuntut Houthi segera dan tanpa syarat menghentikan penggunaan kekerasan serta menarik diri dari wilayah yang mereka kuasai, termasuk ibu kota Yaman, Sanaa. Resolusi tersebut juga meminta kelompok itu menyerahkan senjata yang direbut dari institusi militer dan keamanan, menghentikan pelaksanaan kewenangan yang menjadi hak pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, serta memfasilitasi akses kemanusiaan dan medis bagi warga sipil.
Kemlu Saudi menyatakan kerajaan kembali menegaskan “hak yang melekat berdasarkan hukum internasional” untuk mengambil semua langkah yang diperlukan guna mempertahankan keamanan serta melindungi warga negara dan penduduknya.
Pernyataan presiden DK PBB tersebut diadopsi pada awal pekan ini. Dewan mengecam serangan Houthi terhadap Arab Saudi dan “menyerukan kerja sama, termasuk dengan Pemerintah Yaman, untuk mencegah Houthi memperoleh senjata dan material terkait."
Yaman mengalami peningkatan eskalasi militer sejak Juli antara pemerintah yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi. Situasi tersebut menyusul periode yang relatif tenang setelah gencatan senjata dimulai pada April 2022.
Kamis lalu, koalisi melaporkan bahwa serangan Houthi yang menargetkan bandara di Arab Saudi telah menewaskan 19 orang dan melukai 364 lainnya.
Baca juga: Dubes Arab Saudi: Milisi Houthi Buat Rakyat Yaman Menderita