Penanganan Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting Tempuh Jalur Darat

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (tengah). Foto: Dok. Kemenhut.

Penanganan Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting Tempuh Jalur Darat

Fachri Audhia Hafiez • 15 October 2026 21:14

Jakarta: Pemerintah memutuskan untuk membuka akses jalur darat sepanjang 1,5 kilometer guna menerobos titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Kondisi ini akibat terkendala tingginya ketergantungan pada jalur sungai yang kerap mengalami pasang surut.

"Insya Allah kita justru akan tembus jalur darat. Sudah dihitung sekitar 1,5 kilometer," kata Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam keterangannya di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 15 Oktober 2026.
 


Keputusan tersebut diambil usai Menhut bersama Pangdam Kalimantan Tengah Kodam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengecek langsung sejumlah titik karhutla menggunakan perahu kelotok menyusuri Sungai Sekonyer. Lokasi Pesalat menjadi salah satu prioritas utama lantaran titik api dinilai paling dekat dengan zona inti taman nasional berdasarkan pemetaan drone thermal.

Untuk mempercepat pemadaman, jalur darat tersebut akan dirintis dengan melibatkan masyarakat setempat, TNI, Polri, Manggala Agni Kemenhut, serta tim relawan. Langkah ini diambil agar personel dan perlengkapan pemadam dapat menjangkau lokasi kepala api secara lebih efisien.


Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat mengecek penanganan karhutla di sekitar Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Foto: Dok. Kemenhut.

Selain membuka akses darat, pemerintah juga merencanakan pembuatan 30 hingga 40 sumur bor serta penyediaan tandon penampung air di sepanjang rute pemadaman guna menyokong pasokan air bagi para petugas di lapangan.

"Kalau dibangun sekitar ada yang 50 meter, ada yang per 100 meter, mungkin kita butuh sekitar 30 sampai 40 sumur bor. Tapi tadi membayangkan kalau 1,5 kilometer mungkin juga bisa nanti pakai air dari sini, nanti kita buat tandon penampung untuk mendekati ke arah yang 1,5 kilometer itu," ujar Raja Juli.

Selain area Pesalat, pemetaan juga dilakukan di beberapa titik lain seperti Teluk Pulai, Sungai Baung, Tanjung Rengas, dan Sungai Perlu. Pemerintah akan menggabungkan operasi darat, sekat bakar, hingga pemadaman udara (water bombing) dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mencegah luapan api menembus zona inti Taman Nasional Tanjung Puting.

(Fachri Audhia Hafiez)