Kepala BGN Minta Pemda Sidak SPPG Pastikan Keamanan Pangan

Tangkapan layar-Kepala BGN Sudaryono dalam peresmian SPPG di wilayah 3T dan stunting tinggi secara serentak di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (2/10/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.

Kepala BGN Minta Pemda Sidak SPPG Pastikan Keamanan Pangan

Siti Yona Hukmana • 2 October 2026 12:08

Jakarta: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meminta pemerintah daerah turut berkontribusi untuk inspeksi mendadak (sidak) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal itu untuk memastikan keamanan pangan bagi penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Bupati, wali kota, dan pemerintah daerah (pemda) kami mohon semua inspeksi di SPPG. Kalau bisa jam 2-3 pagi, ada check-list (daftar) apa yang harus ada dan tidak ada (di SPPG). Kami minta untuk disidak kebersihan dan kedisplinannya, sekolah-sekolahnya," ujar Sudaryono dalam peresmian serentak 480 SPPG di wilayah terdepan, tertinggal, terluar (3T) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dilihat dari YouTube dilansir Antara, Jumat, 2 Oktober 2026.

Sudaryono mengemukakan, saat ini ada 27.022 dapur MBG yang beroperasi di seluruh Indonesia. Lalu, ada SPPG yang diresmikan di wilayah 3T dan angka stunting tinggi sebanyak 480 titik di 16 provinsi.

"Hari ini kami fokus di Indonesia bagian timur, minggu depan kami buka di Kalimantan, Bali, tempat yang stuntingnya tinggi, dan di tempat-tempat yang memang anak-anaknya membutuhkan MBG," ujar Sudaryono.

Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke SPPG Pasir 3 Bogor, Jumat (24/07/2026). Foto: dok. BGN.

Ia juga meminta seluruh petugas SPPG untuk bekerja dengan hati-hati dan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Hal itu guna memastikan makanan diberikan kepada penerima manfaat dalam keadaan yang baik, aman, dan sesuai standar gizi yang ditetapkan.

"Saya berlakukan kebijakan baru, setelah saya di BGN, kepala dapur harus hadir di antara tim, absen. Wajib hukumnya mengabsen kepala SPPG yang memimpin timnya di dapur, mulai pukul 02.00 pagi. Kepala SPPG yang tidak sungguh-sungguh, siap-siap saya pecat kalau tidak jalankan SOP. Mohon maaf ini karena kesehatan nyawa orang sangat berharga daripada saya harus pertahankan satu orang," tegas Sudaryono.

Dalam rangka perbaikan tata kelola MBG, BGN memberlakukan presensi melalui Zoom yang dipantau oleh para pimpinan BGN sejak pukul 02.00 ke 27 ribu dapur di seluruh Indonesia. BGN juga mewajibkan SPPG memberikan label waktu maksimal konsumi di setiap makanan yang disalurkan.

"Termasuk harus dikasih label dimakan maksimal jam berapa, harus pakai sarung tangan petugasnya, dan lain sebagainya, tolong kepala dapur juga melatih petugas di dapur, kalau yang memotong kubis di lantai, jangan diteruskan, lakukan sesuai SOP dan standar higienitas," kata Sudaryono.

(Siti Yona Hukmana)