Jusuf Hamka dalam Pengangkatan Dewan Pertimbangan Presiden RI oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.
Jusuf Hamka Jadi Anggota Wantimpres, Ini Profilnya
Husen Miftahudin • 2 October 2026 15:51
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto memilih pengusaha Mohammad Jusuf Hamka sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia (RI). Jusuf Hamka dilantik bersama anggota lainnya pada Jumat, 2 Oktober 2026, di Istana Negara, Jakarta Pusat.
Nama Jusuf Hamka dikenal luas sebagai pengusaha yang berkiprah di sektor infrastruktur, terutama jalan tol. Pria yang akrab disapa Babah Alun tersebut juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Kini, perjalanan Jusuf Hamka memasuki babak baru setelah dipercaya menjadi anggota Dewan Pertimbangan RI.
Jusuf Hamka lahir di Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada 5 Desember 1957 dengan nama Alun Joseph. Ia berasal dari keluarga Tionghoa yang memiliki latar belakang pendidikan.
Ayahnya, Joseph Suhaimi, merupakan dosen di Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, sedangkan ibunya, Suwanti Suhaimi, berprofesi sebagai guru. Jusuf menghabiskan masa kecilnya di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Saat masih muda, Jusuf pernah berjualan makanan ringan di sekitar Masjid Istiqlal. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sebelum kemudian dikenal sebagai pengusaha.
Jusuf Hamka memeluk Islam pada 1981. Dalam sejumlah profil, ia disebut mendapat bimbingan dari ulama dan tokoh Islam Buya Hamka ketika mengucapkan dua kalimat syahadat.
Nama "Jusuf Hamka" kemudian diberikan kepadanya. Buya Hamka juga dikenal memiliki hubungan dekat dengan Jusuf setelah dirinya memeluk Islam. Jusuf kemudian menunaikan ibadah haji pada 1984. Dalam perjalanan berikutnya, ia tetap aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
Berkiprah di bisnis jalan tol
Nama Jusuf Hamka kemudian semakin dikenal melalui bisnis infrastruktur dan jalan tol. Ia merupakan salah satu pemegang saham PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), perusahaan yang bergerak dalam sektor jalan tol.
Data laporan keuangan CMNP menunjukkan Jusuf Hamka tercatat memiliki 360,7 juta saham atau sekitar 5,39 persen pada 31 Desember 2025. Pada laporan per 31 Maret 2026, kepemilikan langsungnya tercatat 269,6 juta saham atau sekitar 4,03 persen.
Perubahan kepemilikan tersebut terjadi setelah Jusuf Hamka melepas sebagian sahamnya. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) juga mencatat pergerakan kepemilikan saham Jusuf di CMNP sepanjang 2026.
Selain berkaitan dengan bisnis jalan tol, Jusuf Hamka pernah menduduki sejumlah posisi di perusahaan. Namanya juga kerap muncul dalam berbagai persoalan bisnis yang berkaitan dengan CMNP.
Pada April 2026, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutus perkara antara CMNP dan Hary Tanoesoedibjo serta PT MNC Asia Holding Tbk. Dalam putusan tingkat pertama tersebut, Hary Tanoesoedibjo dan MNC Asia Holding dihukum membayar ganti rugi dengan nilai total sekitar Rp531,5 miliar. Pihak MNC menyatakan akan menempuh upaya hukum lanjutan.
Selain dunia usaha, Jusuf Hamka dikenal melalui kegiatan sosial dan keagamaan. Salah satu kiprahnya terlihat saat pandemi Covid-19. Pada 2021, ia mewakafkan tanah seluas sekitar 10 hektare di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, untuk digunakan sebagai lokasi pemakaman pasien Covid-19.
Jusuf juga membangun sejumlah fasilitas ibadah. Salah satunya Masjid Babah Alun Desari di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Masjid tersebut memiliki ciri arsitektur yang memadukan unsur budaya Tionghoa dengan bangunan tempat ibadah.
Di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), Jusuf Hamka juga pernah dikukuhkan sebagai salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2022–2027.

(Pengangkatan Dewan Pertimbangan Presiden RI oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Terlibat dalam kegiatan politik
Jusuf Hamka tidak hanya aktif dalam dunia usaha dan kegiatan sosial. Ia juga pernah terlibat dalam aktivitas politik dan pemerintahan.
Namanya sempat masuk dalam bursa politik ketika Partai Golkar mengusulkannya sebagai calon wakil gubernur dalam Pilkada Jakarta 2024. Sebelumnya, Jusuf juga pernah tercatat terlibat dalam Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Pada 2026, Jusuf Hamka juga ikut dalam rombongan Amirul Hajj Indonesia. Kehadirannya dalam rombongan tersebut menjadi bagian dari keterlibatannya dalam kegiatan keumatan dan sosial.
Setelah perjalanan panjang di dunia usaha, kegiatan sosial, dan aktivitas publik, Jusuf Hamka kini mendapat penugasan baru dari Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan RI.
Jusuf Hamka dilantik pada Jumat, 2 Oktober 2026, di Istana Negara, Jakarta Pusat. Penunjukan tersebut menempatkan pengusaha yang selama ini dikenal melalui bisnis jalan tol itu dalam lembaga baru yang menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo.
Dengan pengalaman di sektor infrastruktur, dunia usaha, kegiatan sosial, dan berbagai aktivitas publik, Jusuf Hamka kini menjalankan peran barunya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI.