Komjen Suyudi Usung Doktrin Bersama Masyarakat Jadi Orientasi Tugas Kepolisian

Calon tunggal Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto saat menjalani fit and proper test sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR RI, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.

Komjen Suyudi Usung Doktrin Bersama Masyarakat Jadi Orientasi Tugas Kepolisian

Whisnu Mardiansyah • 1 October 2026 10:18

Jakarta: Calon Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto mengusung gagasan "Polisi Bersama Masyarakat" sebagai doktrin kepemimpinan dan arah transformasi Polri. Gagasan tersebut menempatkan masyarakat tujuan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Melalui gagasan tersebut, Suyudi menempatkan suara dan kebutuhan masyarakat sebagai salah satu pijakan dalam arah transformasi kepolisian. Kritik yang disampaikan publik juga dipandang sebagai masukan untuk mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki.

“Tema yang saya usung adalah polisi bersama masyarakat sebagai doktrin kepemimpinan dan arah transformasi yang menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian," kata Suyudi saat menjalani fit and proper test sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR RI, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.

Dalam paparannya, ia turut menyoroti perjalanan reformasi Polri serta kritik dan keluhan publik terhadap institusi kepolisian. Menurut Suyudi, transformasi Polri, terutama pada aspek struktural, instrumental, dan kultural, masih menjalani proses yang panjang. Ia menilai kritik dari masyarakat perlu dipandang sebagai bagian dari upaya memperbaiki institusi.


“Kritik dan keluhan publik masih kita terima, bagi saya hal itu bukan sesuatu yang harus ditutupi kritik yang berbasis fakta adalah sistem peringatan dini agar institusi mengetahui bagaimana yang harus segera diperbaiki pembentukan komisi percepatan reformasi polri,” kata Suyudi.

Suyudi kemudian menyinggung pembentukan Komisi Percepatan Reformasi Polri melalui Keputusan Presiden Nomor 122/P/2025. Menurut dia, langkah tersebut menjadi momentum untuk mempercepat pembenahan institusi.


Calon Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto. Foto: Metro TV.
 

“Melalui keputusan presiden nomor 122/P,2025 merupakan momentum penting untuk mempercepat pembenahan tujuannya bukan melemahkan Polri, melainkan memperkuat profesionalisme, akuntabilitas kualitas pelayanan, serta kedekatan polri dengan masyarakat,” ucapnya.

Suyudi mengatakan, apabila mendapat amanah memimpin Polri, dirinya akan melanjutkan proses pembenahan institusi dengan melihat kekurangan secara terbuka sekaligus mempertahankan capaian yang telah dibangun para pendahulu.

 

(Whisnu M)