Masyarakat Desa Gede Pangrango, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Foto: Dok. Istimewa.
Potensi Desa Dikembangkan sesuai Karakteristik dan Kebutuhan Masyarakat
M Sholahadhin Azhar • 28 September 2026 18:41
Jakarta: Potensi desa di Indonesia terus digali dan dikembangkan. Pengembangan berbasis karakteristik dan kebutuhan masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan.
"Kami percaya setiap desa memiliki potensi yang dapat dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhannya," kata Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto, dalam keterangan yang dikutip Senin, 28 September 2026.
Hal itu dilakukan pihaknya dalam memberi pendampingan masyarakat Desa Gede Pangrango, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Pendampingan dilakukan pada bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Sejumlah potensi desa yang dikembangkan meliputi sambal berbahan buah sawo, gula aren, pengolahan limbah, hingga wisata river tubing.
Desa Sejahtera Astra Gede Pangrango memiliki luas wilayah 999,40 hektare dan dihuni 7.627 jiwa. Lokasinya berada di sekitar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang menjadi bagian dari Cagar Biosfer Dunia UNESCO.
"Terus mendorong pengembangan potensi lokal melalui berbagai bidang, mulai dari kesehatan, pendidikan, lingkungan, hingga kewirausahaan. Astra berharap kolaborasi ini dapat memperkuat kemandirian sekaligus memastikan potensi alam dan sumber daya yang dimiliki desa dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Boy.
Pada bidang kesehatan, pendampingan dilakukan melalui penguatan kegiatan posyandu dan pemeriksaan kesehatan di puskesmas. Program penanganan stunting juga menjadi salah satu kegiatan unggulan desa.

Masyarakat Desa Gede Pangrango, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Foto: Dok. Istimewa.
Sementara pada bidang pendidikan, anak-anak mendapat ruang untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan melalui kegiatan seni dan musik. Kegiatan tersebut antara lain angklung, drum band, dan musik Arumba.
Dalam bidang kewirausahaan, masyarakat mengolah hasil alam desa menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Buah sawo hasil kebun, misalnya, dikembangkan menjadi sambal sawo.
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat juga mengembangkan gula aren sebagai salah satu produk lokal desa. Selain produk olahan, masyarakat memanfaatkan kekayaan alam Gede Pangrango untuk mengembangkan sektor pariwisata. Aktivitas yang ditawarkan antara lain river tubing, wisata alam, dan paket jelajah kampung.
Program lingkungan dijalankan melalui pemilahan dan pemanfaatan kembali sampah rumah tangga. Salah satunya dengan mengolah limbah pipa PVC menjadi miniatur kendaraan. Pemanfaatan tersebut membuat material yang semula menjadi limbah kembali memiliki nilai guna dan ekonomi.
Pengembangan produk lokal, lingkungan, dan pariwisata tersebut melengkapi program unggulan Desa Gede Pangrango. Program lainnya mencakup pengolahan sampah, penanganan stunting, serta pengembangan musik Arumba.
Desa Gede Pangrango tercatat meraih Anugerah Desa Wisata Indonesia pada periode 2021–2024. Desa tersebut juga menerima Penghargaan Program Kampung Iklim Nasional kategori Utama pada 2024.