Kasubdit IV Siber Polda Metro Jaya AKBP Grawas Sugiharto. Metrotvnews.com/Damar
Polisi Imbau Think Before Click Hadapi Penipuan Poin Kedaluwarsa
Muhammad Adyatma Damardjati • 2 October 2026 20:37
Jakarta: Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat menerapkan prinsip Think Before Click saat menerima pesan mencurigakan. Imbauan itu menyusul pengungkapan kasus phising berkedok poin kedaluwarsa yang menyasar warga di Jakarta Selatan.
Hal itu disampaikan Kasubdit IV Siber Polda Metro Jaya AKBP Grawas Sugiharto dalam konferensi pers di Jakarta. Polisi telah memeriksa tiga korban yang menerima pesan phising berbeda.
"Korbannya yang melapor ke kami yang sudah kami periksa ada tiga orang. Masing-masing menerima SMS yang berbeda. Ada yang dari perbankan, ada yang dari e-commerce, ada juga dari provider," ujar Grawas dalam konferensi pers, Jumat, 2 Oktober 2026.
Modus penipuan itu mengarahkan korban mengeklik tautan dengan iming-iming menukarkan poin yang akan hangus menjadi voucher atau barang. Korban kemudian digiring ke website palsu yang menyerupai situs asli.
"Intinya mengatakan bahwa saldo poin Anda sudah mau habis. Untuk menukarkan menjadi voucher atau barang, silakan klik link berikut ini. Dan diarahkan ke sebuah website yang palsu menyerupai website yang asli," jelas Grawas.
Namun, belum ada kerugian materiil yang tercatat dari ketiga korban. Menurut Grawas, para korban gagal memasukkan data kartu kredit saat digiring ke website palsu.
"Kerugian materiil belum bisa kami datakan, sedang kami dalami. Karena ketika masuk ke website palsu tersebut, si korban diminta memasukkan credit card. Karena kebetulan dia tidak memiliki credit card, jadi dia tidak sempat menyelesaikan log in di web palsu dimaksud," ujar Grawas.

Kasubdit IV Siber Polda Metro Jaya AKBP Grawas Sugiharto. Metrotvnews.com/Damar
Grawas mengimbau masyarakat selalu berpikir kritis terhadap pesan yang menawarkan keuntungan besar. Menurut dia, penipuan kerap memanfaatkan euforia promosi yang terdengar terlalu muluk.
"Kami mengharapkan para pengguna telepon seluler selalu think before click. Apakah ini seperti mendapat bonus, undian, ataupun berita lain yang too good to be true, segera dikonfirmasi atau dicek dan ricek. Jangan sampai kita terbawa euforia untuk mendapatkan keuntungan dalam jumlah besar, akhirnya kita terlena sehingga menjadi korban kejahatan siber," ujar Grawas.