Arab Saudi Tuduh Houthi Serang Gardu Listrik di Madinah dengan Drone

Pemberontak Houthi di Yaman. Foto: Anadolu

Arab Saudi Tuduh Houthi Serang Gardu Listrik di Madinah dengan Drone

Muhammad Reyhansyah • 2 October 2026 09:43

Riyadh: Koalisi pimpinan Arab Saudi yang beroperasi di Yaman menuduh kelompok Houthi melancarkan serangan drone terhadap gardu distribusi listrik di Madinah pada awal pekan ini.

Juru bicara koalisi, Mayjen Turki al-Maliki mengatakan, serangan menargetkan Gardu Distribusi Listrik Taibah pada Selasa, 29 September 2026 pukul 05.11 waktu setempat.

“Pemeriksaan operasional dan analisis puing-puing drone menunjukkan keterlibatan Houthi dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan tindakan teroris pengecut,” kata Al-Maliki, dikutip dari Anadolu, Jumat, 2 Oktober 2026.

Serangan tersebut menyebabkan satu transformator tidak dapat beroperasi. Namun, Al-Maliki mengatakan insiden itu tidak berdampak terhadap jaringan listrik.

Ia menambahkan bahwa fasilitas tersebut memasok listrik ke Masjid Nabawi di Madinah.

Al-Maliki menuduh Houthi sengaja menargetkan infrastruktur sipil serta berupaya memprovokasi umat Muslim dengan menyerang kota suci Makkah dan Madinah.

Ia mengatakan koalisi akan terus mengambil langkah-langkah untuk mencegah serangan Houthi serta melindungi dua masjid suci dan para pengunjung Makkah serta Madinah.

Houthi membantah keterlibatan dalam serangan tersebut.

Seorang sumber militer di Kementerian Pertahanan yang dikelola Houthi mengatakan kepada kantor berita Saba bahwa tuduhan Arab Saudi mengenai serangan terhadap gardu listrik di Madinah “tidak berdasar”.

Tuduhan terbaru tersebut muncul di tengah serangkaian serangan rudal dan drone terhadap Arab Saudi yang dikaitkan dengan Houthi.

Pada 16 September, Arab Saudi mengatakan sistem pertahanan udaranya mencegat dan menghancurkan sebuah drone Houthi di selatan Mekah sebelum drone tersebut memasuki wilayah udara terbatas di atas kota suci tersebut.

Houthi juga membantah tuduhan tersebut.

Namun, kelompok tersebut mengklaim bertanggung jawab atas sejumlah serangan lain di wilayah Saudi dalam beberapa waktu terakhir, termasuk serangan terhadap fasilitas Saudi Aramco dan sejumlah lokasi militer.

(Fajar Nugraha)