Wali Kota Samarinda Andi Harun saat meninjau Polder Gang Indra di Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu. ANTARA/HO-Diskominfo Samarinda
Atasi Banjir, Pemasangan Pipa Bawah Tanah di Samarinda Dikaji
Silvana Febiari • 14 October 2026 18:55
Samarinda: Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, Kalimantan Timur, tengah menyiapkan kajian teknis pemasangan pipa bawah tanah. Langkah ini dilakukan guna mengalirkan limpasan air langsung ke Sungai Mahakam sebagai solusi mengatasi genangan di kawasan Jalan Pangeran Antasari dan sekitarnya.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan pipa bawah tanah tersebut direncanakan melintasi kawasan sekitar rumah pompa menuju Banggris sebelum dibuang ke Sungai Mahakam. Jalur ini disiapkan untuk memotong limpasan air yang datang dari arah Banggris dan Jalan MT Haryono.
"Alternatif ini berpotensi lebih hemat anggaran dibandingkan membangun saluran baru dengan konstruksi beton," kata Andi Harun saat meninjau Polder Gang Indra di Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, dilansir Antara, Rabu, 14 Oktober 2026.
Desain awal pipa direncanakan memiliki diameter sekitar 800 milimeter atau 80 sentimeter. Namun, spesifikasi detail serta jalur pastinya masih dihitung secara matang oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Samarinda.
Selain rencana pipa bawah tanah, Andi juga menyoroti pemeliharaan Polder Gang Indra yang memiliki luas hampir dua hektare. Masalah utama polder ini adalah pertumbuhan gulma yang cepat serta kondisi yang mengering saat musim kemarau.
DPUPR telah mengerahkan 30 personel untuk pembersihan pekan lalu. Namun, penanganan fasilitas pengendali banjir tersebut tidak boleh bersifat musiman.

Situasi banjir di Jalan Padat Karya, Sempaja, Samarinda. ANTARA/HO-Relawan Info Taruna Samarinda
Untuk mendukung keberlanjutan fungsi polder, Pemkot Samarinda berencana menambah alat berat berupa ekskavator mekanis pada anggaran tahun depan.
Di samping mengandalkan APBD, Andi juga mengajak sektor swasta, seperti perusahaan galangan kapal, industri, dan pertambangan batu bara, untuk ikut berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bentuk dukungan alat berat.