Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/10/2026). (ANTARA/Rubby Jovan)
Polisi Periksa Pegawai dan Sampel Makanan Kasus Keracunan di Restoran 88 Seoul
P Aditya Prakasa • 10 October 2026 11:19
Bandung: Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung menyelidiki dugaan keracunan makanan yang dialami sejumlah pengunjung restoran 88 Seoul di pusat perbelanjaan 23 Paskal Hyper Square, Kota Bandung, Jawa Barat.
Penyelidikan dilakukan menyusul keluhan yang beredar di media sosial mengenai dugaan gejala keracunan setelah pengunjung menyantap hidangan di restoran tersebut.
Kepala Satreskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton mengatakan, penyidik telah mendatangi lokasi kejadian, meminta keterangan sejumlah pegawai restoran, serta mengambil sampel makanan untuk pemeriksaan laboratorium.
"Kami dari kepolisian, khususnya Polrestabes Bandung, sudah melakukan penyelidikan dan saat ini prosesnya masih berjalan. Kami sudah mendatangi restoran tersebut dan melakukan pemeriksaan kepada pegawai," ujar AKBP Anton di Bandung, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Anton menyebutkan, dua hingga tiga pegawai restoran telah dimintai keterangan awal. Selain memeriksa pegawai, polisi menyita sejumlah sampel makanan untuk diuji di Balai Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat.
"Kami sudah mengambil sampel makanan untuk diteliti di Labkesda guna mengetahui apakah ada masalah pada bahan baku atau metode pengolahannya. Kami saat ini menunggu hasil resmi dari laboratorium," jelasnya.
Penyidik juga telah meminta keterangan sejumlah pengunjung yang diduga mengalami gejala keracunan. Untuk mendalami kondisi para korban dan kemungkinan penyebab kejadian, kepolisian berkoordinasi dengan rumah sakit tempat mereka memperoleh penanganan medis.
Hingga saat ini, menurut Anton, belum ada laporan resmi dari korban yang diterima kepolisian. Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan untuk mengungkap penyebab dugaan keracunan tersebut.
"Sampai saat ini memang tidak ada yang melapor resmi ke kepolisian. Namun kami berinisiatif melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut," ucap dia.

(Tangkapan layar/Threads.com)
Polisi juga akan mendalami aspek operasional restoran, termasuk perizinan usaha dan penerapan standar sanitasi. Langkah tersebut menyusul informasi mengenai inspeksi mendadak (sidak) Dinas Kesehatan Kota Bandung yang disebut menemukan dugaan pelanggaran prosedur sanitasi.
"Semua aspek akan kami cek, baik terkait perizinan, sanitasi, maupun tata kelola di dapur restoran. Jika terbukti menyalahi ketentuan yang berlaku, kami akan mengambil tindakan hukum lebih lanjut," jelas Anton.
Penyebab dugaan keracunan tersebut belum dapat dipastikan. Kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan mendalami keterangan para saksi sebelum menentukan langkah selanjutnya.