Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: Dok. Antara.
Modifikasi Cuaca di Tiap Titik Bibit Awan Kalteng Digencarkan
Fachri Audhia Hafiez • 13 October 2026 23:58
Jakarta: Pemerintah terus memaksimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Penyemaian awan dilakukan secara masif di setiap wilayah yang memiliki potensi bibit awan tanpa terbatas pada lokasi titik api.
“OMC dilakukan di mana ada bibit awan ya. Apakah itu kabupaten yang ada karhut atau tidak tetap kita semai ya untuk melakukan pelembaban. Kalau syukur-syukur pemadaman dengan curah hujan yang tinggi,” ujar Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni usai meninjau lokasi pemadaman di KM 23 TN Sebangau, dikutip melalui keterangan tertulis, Selasa, 13 Oktober 2026.
Dia menjelaskan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan alami di wilayah Kalteng diprakirakan awal November 2026. Namun, pemerintah menegaskan tidak tinggal diam dan terus memanfaatkan setiap peluang penyemaian awan.
“Seperti yang diprediksi oleh BMKG hujan alami ini baru akan ada di Kalimantan Tengah ini mungkin nanti di awal November. Sementara operasi modifikasi cuaca terus kita lakukan, kita tidak pernah berpangku tangan,” tutur Raja Juli.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (depan, memakai rompi). Foto: Dok. Kemenhut.
Selain OMC, pemerintah turut mengupayakan pemadaman udara menggunakan teknik water bombing. Namun, Raja Juli mengakui kendala jarak pandang (visibilitas) kerap mengganggu jadwal penerbangan helikopter sehingga pemerintah memanfaatkan celah cuaca kondusif secara optimal.
Di sektor darat, penanganan diperkuat lewat penambahan personel gabungan TNI, Polri, serta penggunaan drone thermal untuk memetakan pergerakan kepala api secara akurat. Raja Juli menyampaikan apresiasi atas seluruh masukan dari publik dan menegaskan komitmennya untuk terus bekerja maksimal di lapangan.
“Jadi sekali lagi terima kasih ya kritik saran, evaluasi, bahkan kritik pedas sekalipun ya. Kami dengar. Itu menjadi motivasi kami untuk bergerak lebih serius lagi untuk mengatasi ini,” kata Raja Juli.