Prabowo Sebut Karhutla Akan Padam Jika Hujan Turun

13 October 2026 16:31

Presiden Prabowo Subianto menyebut pemerintah telah mengerahkan berbagai macam upaya untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, Prabowo berpendapat karhutla akan benar-benar padam jika hujan turun di wilayah terdampak. 

"Nanti kita minta masukan para profesor kita bagaimana, tapi saya kira memang benar ujungnya ya hanya hujan, hanya hujan ya," ujar Prabowo, dikutip dari tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Selasa, 13 Oktober 2026.

Prabowo juga mengatakan sisa area terbakar di enam provinsi terdampak kini menyusut menjadi 639 hektare dengan fokus penanganan utama di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Sumatra Selatan (Sumsel). Termasuk kawasan konservasi Taman Nasional Tanjung Puting di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng. 

Upaya pemadaman di wilayah terdampak turut didukung lebih dari 60 ribu personel gabungan. Baik melalui operasi darat dan udara, termasuk pengerahan helikopter untuk melakukan operasi water bombing. 

Selain itu, operasi modifikasi cuaca (OMC) terus dioptimalkan untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan seiring dengan perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026. 

Sementara itu, karhutla yang terus meluas tidak hanya berdampak pada kehidupan manusia, tetapi juga satwa liar. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan telah menangani 290 ekor satwa liar yang terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 8 Oktober 2026. Sebanyak 272 satwa di antaranya dievakuasi dari empat provinsi di Kalimantan.

"Mengenai satwa, berdasarkan rekap Kemenhut hingga 8 Oktober 2026, tercatat 290 individu satwa liar secara nasional dalam penanganan terkait bencana. Dari jumlah tersebut, 272 individu tercatat dalam penanganan BKSDA di empat provinsi Kalimantan," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026, melansir Antara.

Ristianto menjelaskan, data tersebut mencakup penanganan 96 ekor orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Khusus di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), penanganan meliputi 25 ekor orangutan. Angka tersebut merupakan akumulasi penanganan satwa di Kalteng secara keseluruhan.

(Lutfia Azzahra)

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X