Kemenhut Verifikasi Luas Lahan Kebakaran di Tanjung Puting

Ilustrasi karhutla. Foto: dok. Antara.

Kemenhut Verifikasi Luas Lahan Kebakaran di Tanjung Puting

Atalya Puspa • 13 October 2026 12:43

Jakarta: Pemerintah fokus melakukan pemadaman kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Verifikasi luas lahan terbakar di kawasan konservasi tersebut tengah dilakukan.

"Untuk menetapkan luasan resmi, diperlukan pemeriksaan batas kawasan, hasil interpretasi citra, tanggal pengamatan, serta kesesuaiannya dengan laporan lapangan," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Ristianto Pribadi di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026.

Ia menjelaskan analisis citra satelit dapat membantu memperoleh indikasi luas area terdampak dalam waktu relatif cepat. Namun, penetapan luas resmi membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut terhadap batas kawasan, hasil interpretasi citra, tanggal pengamatan, dan kesesuaian dengan kondisi di lapangan.

Langkah verifikasi ini merespons perkiraan dari relawan gabungan yang menyebutkan luas kawasan terdampak mencapai 54 ribu hektare. Kemenhut menegaskan angka tersebut masih sebatas estimasi lapangan dan belum ditetapkan sebagai data resmi.

Di tengah proses verifikasi, Kemenhut terus memperkuat penanganan kebakaran di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Balai Taman Nasional telah mengajukan permohonan dukungan pemadaman udara atau water bombing kepada BPBD Provinsi Kalimantan Tengah.

Namun, pelaksanaan pemadaman udara menghadapi tantangan besar akibat tebalnya kabut asap yang membatasi jarak pandang penerbangan. Kendala operasional tersebut sempat mengganggu jadwal penerbangan helikopter pemadam di beberapa titik sasaran.

“Koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan agar dukungan pemadaman udara dapat dilaksanakan sesuai kondisi operasional yang memungkinkan,” ujar Ristianto.


Ilustrasi karhutla. Foto: dok. Antara. 

Untuk memperkuat pemadaman darat, Kemenhut bakal memobilisasi tambahan 60 personel gabungan TNI dan Polri. Kementerian juga mengerahkan personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) serta menambah dukungan anggaran dan sarana prasarana di lapangan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa luas lahan yang masih terbakar dan ditangani satuan tugas (satgas) mencapai 639,23 hektare per 12 Oktober 2026. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbesar terjadi di Kalimantan Tengah, dengan luas mencapai 513,89 hektare.

(Gabriella Thesa Widiari)