Evakuasi penumpang Kapal wisata tradisional KM Feronia tenggelam di perairan Pulau Tatawa, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 13 Oktober 2026. Foto: SAR Maumere
Kronologi KM Feronia Tenggelam di Labuan Bajo, Kapal Diduga Hilang Kendali
Media Indonesia • 14 October 2026 09:14
Manggarai Barat: Kapal wisata KM Feronia tenggelam di perairan Tatawa Besar, kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kapal jenis open deck diving dengan bobot 51 gross tonnage (GT) itu diduga terbalik usai kehilangan kendali saat melintasi pusaran arus laut yang kuat.
Berdasarkan informasi awal Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere melalui Pos SAR Manggarai Barat, KM Feronia bertolak dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo menuju Dermaga Pulau Rinca pada pukul 08.00 Wita. Namun, berdasarkan kronologi awal kepolisian, kapal tersebut sebelumnya berlayar dari Manta Point menuju perairan Tatawa Besar dengan kecepatan sekitar 10 knot.
Meski kecepatan telah dikurangi, kapal diduga tetap kehilangan kendali ketika memasuki area pusaran arus. Kapal kemudian berbalik arah, miring ke sisi kiri, terbalik, hingga akhirnya tenggelam.
Nakhoda KM Feronia, Isran, mengungkapkan bahwa ketika arus menghantam, para tamu tengah berada di dek atas. Sementara itu, seorang kru diketahui sedang berada di dalam toilet.
“Saya fokus kepada tamu. Saya buka life raft (rakit penolong), tamu naik, sudah itu saja,” ujar Isran, Selasa, 13 Oktober 2026.
Penumpang Berhamburan Menyelamatkan Diri
Saat insiden terjadi, KM Feronia tercatat mengangkut 30 manifest yang terdiri atas 25 penumpang dan lima anak buah kapal (ABK). Kapal yang terbalik membuat penumpang dan awak kapal berhamburan menyelamatkan diri ke laut.Kru kapal sempat membentangkan life raft untuk membantu proses evakuasi. Di tengah situasi darurat tersebut, dua kapal cepat, yakni speedboat Red Whale dan speedboat Mac Cruise, beruntung melintas di sekitar lokasi dan segera memberikan pertolongan awal.
Setelah tim SAR gabungan tiba, para korban yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke Labuan Bajo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Tiga wisatawan asing dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden ini. Ketiganya adalah William Barnet (luka di kepala), Teagans Monks (luka di kaki), dan Yannick Wassmer (luka lecet di kaki).
Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, Iptu Leonardo Marpaung, memastikan ketiga korban tersebut telah mendapatkan penanganan medis di darat. Di sisi lain, satu Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama Veronica Beatrix Jessica (23), yang merupakan seorang dive master, dilaporkan masih hilang.

Veronica Beatrix Jessica (23), korban hilang tenggelamnya kapal wisata, KM Feronia di Perairan TN Komodo, Selasa (13/10). (Foto. Dok Pribadi)
Nahas, Jessica diketahui berada di dalam toilet dengan posisi pintu terkunci dari dalam ketika kapal mendadak terbalik ke sisi kiri. Korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri sebelum lambung kapal sepenuhnya tenggelam.
Operasi pencarian terhadap Jessica sempat dihentikan sementara pada Selasa petang akibat keterbatasan cahaya dan jarak pandang. Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian pada hari ini, Rabu, 14 Oktober 2026.
"Kita lakukan pencarian kembali. Kami akan berusaha semaksimal mungkin bersama unsur SAR terkait untuk menemukan korban dalam keadaan apa pun,” ujar Leonardo.