Tim gabungan saat melakukan pencarian di wilayah Kabupaten Seruyan, Kamis, 5 November 2026. ANTARA/HO-Kodam XXII/TB
Pencarian Korban Helikopter Jatuh di Seruyan Terkendala Arus Deras
Silvana Febiari • 5 November 2026 15:25
Palangkaraya: Kodam XXII/Tambun Bungai menyatakan tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap Serda Heri yang hilang dalam kecelakaan helikopter MI-17. Helikopter TNI AD tersebut jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
"Tim gabungan masih melaksanakan pencarian terhadap satu prajurit yang belum ditemukan, yakni Serda Heri," kata Kapendam XXII/Tambun Bungai Kolonel Arh Dodo Sahata, dilansir Antara, Kamis, 5 November 2026.
Pencarian saat ini melibatkan personel TNI, Polri, Basarnas dan BPBD menggunakan perahu Landing Craft Rubber (LCR). Selain kondisi air yang keruh dan arus deras, tumpahan minyak di sekitar lokasi jatuhnya helikopter juga menjadi tantangan bagi tim dalam melakukan pencarian.
Baca Juga :
"Memasuki siang hari, kondisi air mulai pasang dengan arus yang semakin kuat," ucapnya.
Pada pukul 13.00 WIB, tim penyelam Basarnas menghentikan sementara proses penyelaman karena kondisi perairan dinilai berisiko terhadap keselamatan personel. Penghentian sementara tersebut dilakukan sambil mempertimbangkan perkembangan kondisi alam untuk menentukan langkah pencarian berikutnya.
Lima prajurit yang berhasil dievakuasi sebelumnya telah diberangkatkan ke Banjarmasin menggunakan helikopter pada pukul 10.10 WIB. Mereka diterbangkan untuk mendapatkan perawatan medis.
"Kelima prajurit tersebut masing-masing Kapten Cpn Febri, Letda Cpn Frjiz, Pratu Gilang, Serka Kadia dan Kapten Suganda," ujarnya.

Ilustrasi - Helikopter TNI AD jenis MI-17. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/nym/pri.
Kelima prajurit tersebut dilaporkan mengalami luka cukup serius dan trauma. Mereka membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Sementara dua prajurit yang meninggal dunia, yakni Mayor Cpn Dudi dan Lettu Cpn Hafiz telah diberangkatkan menggunakan pesawat Kassa A-9035 untuk proses pemulangan.
Jenazah Mayor Cpn Dudi diberangkatkan menuju Semarang, sedangkan jenazah Lettu Cpn Hafiz dibawa menuju Bandung. "Kami terus berupaya melakukan pencarian terhadap satu prajurit yang masih belum ditemukan," tegas Dodo.
Sebagai informasi, helikopter MI-17 milik Penerbad TNI AD mengalami kecelakaan saat menjalankan misi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan pada Rabu, 4 November 2026.