Dirut KAI: Revitalisasi Stasiun Gambir dan Monas Ditargetkan 2 Tahun

Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin. Foto: Antara.

Dirut KAI: Revitalisasi Stasiun Gambir dan Monas Ditargetkan 2 Tahun

Anggi Tondi Martaon • 5 November 2026 18:19

Jakarta: Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyampaikan rencana percepatan revitalisasi Stasiun Gambir yang akan diintegrasikan dengan penataan kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Target pengerjaan yaitu dua tahun.

Awalnya, Bobby menyampaikan isi pertemuan dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 5 November 2026. Salah satunya rencana revitalisasi Stasiun Gambir dan Kawasan Monas.

"Barusan dipanggil Presiden membicarakan dua hal. Yang pertama adalah percepatan program revitalisasi Stasiun Gambir, di mana nanti di Monas ini akan dibuat suatu kawasan yang terintegrasi semua," kata Bobby dikutip dari Antara, Kamis, 5 November 2026.

Dia menjelaskan revitalisasi tersebut tidak hanya menyasar Stasiun Gambir. Revitalisasi juga meliputi penataan kawasan Taman Monas agar keduanya dapat terintegrasi.
 


Bobby menyebut program revitalisasi Stasiun Gambir akan dilaksanakan dalam dua tahapan dengan waktu pengerjaan keseluruhan sekitar dua tahun.

"Kami sampaikan bahwa untuk revitalisasi Gambir itu ada dua tahapan, kedua tahapan itu akan memakan waktu dua tahun," ungkap Bobby.

Selain penataan kawasan, KAI merencanakan integrasi Stasiun Gambir dengan layanan MRT Jakarta yang berada di koridor barat.

"Iya, kami sampaikan juga bahwa nanti antara koridor yang ada di timur yaitu di Stasiun Gambir, kemudian dengan MRT Jakarta di koridor baratnya, itu akan tersambung," ujar Bobby.

Bobby mengatakan rencana integrasi tersebut telah diperhitungkan oleh KAI. Namun, dia belum merinci lebih jauh mengenai teknis pembangunan untuk revitalisasi tersebut.


Ilustrasi Stasiun Gambir. Foto: Antara.

Sebelumnya, PT KAI (Persero) terus menyiapkan pengembangan Stasiun Gambir secara bertahap. Hal itu sebagai bagian dari penguatan layanan transportasi publik di pusat Jakarta.

Transformasi Gambir diarahkan untuk memperkuat perannya sebagai gerbang perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ), meningkatkan konektivitas antarmoda, serta menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin nyaman bagi masyarakat.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pengembangan Gambir dilakukan dengan mempertimbangkan posisi strategis stasiun yang berada di pusat Jakarta, berdekatan dengan kawasan Monas, pemerintahan, perkantoran, hotel, ruang publik, serta berbagai aktivitas masyarakat.

"Gambir memiliki peran strategis dalam ekosistem transportasi Jakarta. Pengembangannya diarahkan untuk memperkuat fungsi Gambir sebagai gerbang perjalanan KA Jarak Jauh sekaligus mendukung konektivitas masyarakat menuju pusat aktivitas Jakarta," ujar Anne.

Berdasarkan kajian pengembangan New Gambir, transformasi Gambir diarahkan menjadi pusat pengalaman perjalanan yang mengintegrasikan aspek mobilitas, hospitality, leisure, dan nilai tambah kawasan.

Konsep tersebut menempatkan Gambir sebagai hub interkoneksi yang menghubungkan KA Jarak Jauh, KRL, MRT, BRT, serta kawasan Monas sebagai pusat aktivitas masyarakat.

Anne menjelaskan, pengembangan Gambir dan penguatan transportasi publik Jabodetabek merupakan bagian dari upaya menghadirkan sistem mobilitas yang semakin terkoneksi.

"KAI melihat setiap stasiun memiliki peran masing-masing dalam satu sistem transportasi. Manggarai berperan sebagai pusat perpindahan antarlintas, sementara Gambir dikembangkan sebagai gerbang KA Jarak Jauh di pusat Jakarta serta bagian dari penguatan akses menuju kawasan strategis," kata Anne.

(Anggi Tondi)