Ilustrasi. Foto: dok istimewa.
Jaga Kebugaran dan Keseimbangan Hidup lewat Seni Bela Diri
Ade Hapsari Lestarini • 6 October 2026 12:20
Jakarta: Di tengah kesibukan dan tekanan aktivitas sehari-hari, menjaga kesehatan kerap terabaikan. Rutinitas pekerjaan yang padat dan kurangnya waktu untuk beristirahat membuat sebagian orang kesulitan menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik dan kebutuhan tubuh untuk beristirahat.
Menjaga kebugaran tidak selalu harus dilakukan melalui olahraga dengan intensitas tinggi. Seni bela diri, misalnya, menggabungkan latihan fisik dengan pengendalian pernapasan, konsentrasi, kedisiplinan, dan pengendalian diri. Hal tersebut disampaikan pelatih berbagai aliran seni bela diri Odi Purwanto di Jakarta, dikutip Selasa, 6 Oktober 2026.
"Bukan sekadar mampu melindungi diri, seni bela diri juga jadi jalan menjaga kebugaran tubuh, meredakan stres, dan membangun keseimbangan antara fisik, pikiran, serta kehidupan sosial," tutur Odi.
Selama sekitar 40 tahun menekuni seni bela diri, Odi mempelajari berbagai aliran dari Tiongkok, Jepang, Korea, dan Indonesia. Ia juga pernah melatih sejumlah kelompok dengan kebutuhan berbeda, mulai dari masyarakat umum hingga atlet dan personel keamanan.
Menurut Odi, tujuan dan kondisi fisik perlu menjadi pertimbangan sebelum seseorang memilih jenis latihan. Program latihan sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi masing-masing individu.
"Jenis latihan yang diberikan tidak bisa disamaratakan karena kebutuhan tubuh setiap orang berbeda," kata Odi.
Ia menambahkan, bagi orang yang telah memasuki usia 60–70 tahun atau lebih, latihan dengan gerakan yang lebih lembut seperti Tai Chi dapat menjadi salah satu pilihan aktivitas fisik.
"Intinya, latihan harus disesuaikan dengan situasi, kondisi tubuh, dan usia seseorang," ujar dia.
Tai Chi dan keseimbangan tubuh
Dari berbagai jenis latihan yang dipelajarinya, Odi menyebut Tai Chi memiliki karakteristik yang berbeda karena mengutamakan gerakan yang halus, perlahan, terkontrol, serta koordinasi tubuh.
Latihan tersebut juga menggabungkan gerakan dengan teknik pernapasan dan konsentrasi. Rangkaian gerakan dilakukan secara teratur dengan perhatian terhadap posisi tubuh dan pernapasan.
"Di dalam Tai Chi terdapat latihan untuk menyelaraskan gerakan tubuh, pernapasan, dan pikiran. Karena itu, Tai Chi juga sering disebut sebagai meditasi dalam gerakan," tutur Odi.

Bagi orang yang menghadapi tekanan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, latihan dengan gerakan terkontrol dan fokus pada pernapasan dapat menjadi salah satu cara untuk meluangkan waktu dari rutinitas.
Aktor sekaligus pendiri seni bela diri KIMA – Mixed Kungfu Combat, Ki Kusumo, juga menilai latihan fisik secara rutin dapat membantu seseorang menjaga kebugaran dan lebih mengenali kondisi tubuhnya.
Menurut dia, latihan yang dilakukan secara konsisten tidak hanya berkaitan dengan kemampuan fisik, tetapi juga membangun kedisiplinan dalam menjaga kondisi tubuh.
Latihan fisik dan pengendalian diri
Latihan seni bela diri juga tidak hanya berfokus pada gerakan fisik. Dalam proses latihan, seseorang dapat belajar mengenai kedisiplinan, kesabaran, dan pengendalian diri.
Nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kemampuan mengendalikan emosi, berpikir sebelum bertindak, dan menghargai orang lain. Namun, manfaat latihan tetap bergantung pada konsistensi, kedisiplinan, serta kesesuaian jenis latihan dengan kondisi setiap individu.
Selain aspek fisik dan pengendalian diri, latihan bersama juga membuka kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain. Peserta dapat bertemu dengan orang-orang dari latar belakang dan kelompok usia yang berbeda. Interaksi tersebut dapat membangun rasa kebersamaan dan memperluas hubungan sosial.
"Misi saya adalah menyebarkan gaya hidup positif. Melalui seni bela diri taichi dan chikung, saya ingin mengajak orang untuk menjaga kesehatan, membangun persahabatan, mempererat persaudaraan, dan menjalin hubungan sosial yang baik," kata Odi.