Bos Tesla Elon Musk. Xinhua/Yang Lei
Elon Musk Kembali Jadi Triliuner, Kekayaannya Lebih dari USD1 Triliun
Eko Nordiansyah • 7 October 2026 13:31
Jakarta: Elon Musk kembali mencatat kekayaan bersih lebih dari USD1 triliun setelah saham perusahaan miliknya, SpaceX dan Tesla, melonjak.
Melansir VnExpress, Rabu, 7 Oktober 2026, Forbes memperkirakan kekayaan bersih Musk mencapai USD1 triliun pada Senin, meningkat USD30,6 miliar dibandingkan Jumat, hari perdagangan terakhir di pasar saham.
Kenaikan tersebut semakin memperkuat posisi Musk sebagai orang terkaya di dunia. Kekayaannya terpaut jauh dari Jeff Bezos yang berada di posisi kedua dengan USD371,5 miliar.
Pendiri Google, Larry Page, berada di posisi berikutnya dengan kekayaan USD284,3 miliar. Sementara itu, Chairman Dell Technologies Michael Dell menempati posisi keempat dengan USD272,2 miliar. Dengan kekayaan tersebut, Musk bahkan melampaui gabungan kekayaan Bezos, Page, dan Dell.
Musk sempat kehilangan status triliuner
Menurut Bloomberg, Musk menjadi triliuner pertama di dunia pada Juni ketika saham SpaceX melonjak setelah penawaran umum perdana yang memecahkan rekor. Namun, ia segera kehilangan status tersebut ketika saham perusahaan turun akibat kekhawatiran mengenai valuasi perusahaan yang sangat tinggi.Kekayaan Musk kembali mendekati ambang USD1 triliun dalam beberapa hari terakhir setelah saham SpaceX dan Tesla menguat.
Pengiriman Tesla pada kuartal ketiga melampaui ekspektasi analis pekan lalu. Kondisi tersebut membuat kekayaan Musk bertambah USD61 miliar. Saham Tesla naik lebih dari satu persen pada Senin pagi, sementara saham SpaceX melonjak lebih dari lima persen.
Baca Juga :
Bitcoin Turun, Dibanderol USD85 Ribu

(Ilustrasi. Foto Freepik)
SpaceXAI akan berganti nama
Musk mengatakan di X bahwa SpaceXAI, anak perusahaan SpaceX yang mengembangkan chatbot Grok, akan berganti nama menjadi "SpaceXSI", yang merujuk pada "super intelligence".Namun, perusahaan tersebut tampaknya belum mengambil langkah resmi untuk melakukan perubahan nama hingga Senin pagi.
Pengumuman tersebut disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pekan lalu yang mengarahkan pemerintah untuk menyebut AI sebagai "super intelligence".
Musk juga akan segera menjadi sorotan media dari sisi lain ketika film dokumenter "Musk" tayang di bioskop bulan ini. Film tersebut akan tayang perdana di New York dan Los Angeles pada Jumat sebelum dirilis secara nasional pada 16 Oktober. (Natasya Dwi Putri)