Ilustrasi. Foto: Freepik.
Bitcoin Turun, Dibanderol USD85 Ribu
Eko Nordiansyah • 7 October 2026 09:53
New York: Bitcoin sedikit melemah pada Selasa, 6 Oktober 2026, karena kenaikan harga minyak kembali ke wilayah positif mengimbangi berhentinya aksi jual obligasi pemerintah AS (Treasury) dan perkembangan regulasi AS yang lebih positif.
Dikutip dari Investing, Rabu, 7 Oktober 2026, mata uang kripto terbesar di dunia ini terakhir tercatat turun 0,4 persen menjadi USD85.600,2.
Harga mata uang kripto secara umum juga sebagian besar turun, terkoreksi dari kenaikan kuat yang dicatat dalam tiga bulan terakhir. Namun, pasar tetap berharap bahwa tren historis penguatan kripto di Oktober akan kembali terjadi tahun ini.
Perhatian juga tertuju pada peluncuran layanan perdagangan saham AS dalam bentuk token dalam beberapa minggu mendatang, setelah Securities and Exchange Commission (SEC) menyetujui penawaran berbasis token awal tahun ini.
Aksi jual obligasi mereda, harga minyak naik
Bitcoin berada di bawah tekanan akibat lonjakan biaya pinjaman AS yang terus-menerus, yang telah merembet ke pasar obligasi lain di seluruh dunia. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya cenderung membebani aset spekulatif seperti mata uang kripto.Kekhawatiran akan lonjakan inflasi akibat harga minyak, besarnya utang yang diterbitkan perusahaan untuk mendanai pembangunan infrastruktur AI, sikap hawkish bank sentral, serta membengkaknya utang fiskal telah berkontribusi pada aksi jual besar-besaran di pasar obligasi. Gejolak yang terjadi khususnya di Prancis semakin memperparah kekhawatiran pasar.

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Namun, harga obligasi pemerintah AS (Treasuries) menguat pada Selasa, sehingga menurunkan tingkat imbal hasilnya (yield). Yield obligasi acuan tenor 10 tahun turun 3,5 basis poin menjadi 5,278 persen, sementara yield tenor 30 tahun sedikit turun ke level 5,661 persen.
Kedua instrumen tersebut baru-baru ini sempat mencapai level tertinggi yang belum pernah terlihat sejak awal 2002.
Berlawanan dengan tren penurunan pasar obligasi, harga minyak justru berbalik arah dan bergerak ke wilayah positif pada Selasa. Kontrak berjangka minyak mentah Brent, yang menjadi acuan global, naik 0,9 persen dan ditutup pada harga USD101,21 per barel.
Pemulihan aliran minyak mentah dari Timur Tengah dan upaya kelompok G7 untuk melepas cadangan darurat sempat diimbangi oleh serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz serta kekhawatiran pasokan akibat konflik antara kelompok Houthi yang didukung Iran dan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi.
Usulan kerangka kerja untuk perdagangan kripto
Di sisi lain, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) pada hari Senin membuka periode masukan publik selama 50 hari untuk mempertimbangkan kerangka regulasi yang mencakup transaksi aset digital dengan leverage yang ditawarkan kepada investor ritel.Kerangka kerja yang diusulkan ini bertujuan untuk menciptakan subkategori pendaftaran khusus bagi platform yang memfasilitasi perdagangan dengan leverage, pembiayaan, atau margin.
CFTC berupaya menetapkan langkah-langkah perlindungan kepatuhan guna mencegah skema penipuan, sekaligus melindungi para pedagang ritel.
Usulan CFTC ini muncul hanya beberapa minggu setelah SEC mengumumkan pengecualian untuk penawaran saham dalam bentuk token (tokenized stock), serta menambah harapan akan sikap yang lebih mendukung dari regulator AS terhadap kripto.
Harga kripto lain cenderung stagnan
Pergerakan harga kripto secara umum sebagian besar mencerminkan penurunan tipis Bitcoin pada Selasa. Ether, mata uang kripto terbesar kedua di dunia, turun 0,8 persen menjadi USD2.697,54, sementara XRP melemah 0,5 persen.Solana naik 0,2 persen. Sebaliknya, Cardano dan BNB masing-masing turun 0,3 persen dan satu persen. Di antara memecoin, Dogecoin turun 2,3 persen dan $TRUMP turun 2,7 persen.