Presiden Prabowo Tegas Melarang Loyalitas Sempit di TNI

Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.

Presiden Prabowo Tegas Melarang Loyalitas Sempit di TNI

Fachri Audhia Hafiez • 5 October 2026 10:54

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan agar institusi TNI tidak menerapkan sistem pembinaan karier maupun budaya internal yang didasari loyalitas sempit. Termasuk loyalitas berdasarkan kelompok atau angkatan tertentu. 

"Apalagi sistem-sistem yang sempit, loyalitas sempit, loyalitas per angkatan, dan sebagainya," kata Prabowo saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI di Markas Besar (Mabes) TNI Cilangkap, Jakarta Timur, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Senin, 5 Oktober 2026.
 


Kepala Negara menekankan bahwa TNI yang kuat dan hebat adalah organisasi yang secara konsisten menerapkan meritokrasi atau sistem prestasi bagi para prajuritnya. TNI, kata Prabowo, secara organisasi bukan sekadar mengandalkan senioritas semata.

"Saya tekankan, TNI yang hebat adalah TNI yang mengutamakan prestasi. Sistem yang berlaku di TNI harus sistem prestasi, bukan sistem sekadar senioritas," tegas Prabowo.


Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.

Presiden juga mengingatkan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman. Ia mendorong seluruh jajaran prajurit dan institusi TNI agar tumbuh menjadi kekuatan militer yang adaptif, inovatif, serta mampu menguasai teknologi modern.

Selain reformasi dan pembenahan internal, Prabowo meminta seluruh prajurit TNI untuk terus membuka diri dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Sinergi yang erat antara TNI, instansi pemerintah, hingga tokoh masyarakat dinilai sangat krusial dalam mendukung pembangunan dan mengatasi berbagai persoalan bangsa.

"Prajurit TNI harus mampu bekerja sama dan bersinergi dengan kementerian, lembaga, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dengan para gubernur, para bupati, para camat, para kepala desa, para kepala-kepala suku," kata Prabowo.

(Fachri Audhia Hafiez)