Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com
IHSG Dibuka ke Zona Hijau di Level 6.210 Rabu Pagi
Eko Nordiansyah • 7 October 2026 09:26
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami penguatan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 7 Oktober 2026, IHSG berada di zona hijau sebesar 6.210,416.
IHSG dibuka menguat 17,49 poin atau 0,28 persen. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,97 poin atau 0,32 persen ke posisi 610,13.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.20 WIB, IHSG menguat sebanyak 1,333 poin setara 0,02 persen ke level 6.194,260. IHSG berada di level tertinggi 6.214 dan terendah di 6.191.
Sebanyak 274 saham menguat pada perdagangan pagi ini. Adapun sebanyak 263 saham emiten lainnya melemah, dan 211 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp2,063 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 10,316 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp10.917,080 triliun.
Baca Juga :
Rupiah Dibuka Naik 33 Poin ke Rp17.866/USD

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
IHSG diperkirakan lanjutkan penguatan
Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin, 6 Oktober 2026, IHSG ditutup menguat 74,06 poin atau 1,21 persen ke level 6.192,93. Penguatan IHSG ditopang kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar seperti BYAN (9,80 persen), AMMN (6,89 persen), MORA (7,82 persen), DCII (2,54 persen), GOTO (6,90 persen), dan ASII (1,47 persen).Kemudian, harga minyak Brent turun sekitar 1,9 persen ke kisaran USD100 per barel karena pasokan dari Timur Tengah mulai pulih dan negara-negara G7 berkomitmen menambah pasokan dari cadangan strategis. Harga minyak yang lebih rendah membantu meredakan kekhawatiran inflasi dan tekanan terhadap defisit APBN Indonesia.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, tercermin dari Dow Jones naik 0,49 persen, S&P 500 meningkat 0,58 persen, dan Nasdaq bertambah 0,45 persen. Penguatan tersebut didorong adanya kombinasi yield US Treasury yang mulai mereda, harga minyak yang lebih stabil, serta kembali kuatnya optimisme terhadap investasi AI dan prospek earnings.
Kondisi tersebut membuat investor kembali masuk ke saham teknologi dan AI, terutama semiconductor, hyperscaler, serta perusahaan yang terkait dengan infrastruktur data center.
“IHSG diperkirakan melanjutkan penguatan seiring meredanya tekanan jual dan penurunan yield US Treasury. Investor hari ini akan menantikan rilis data Statistik Cadangan Devisa Indonesia (September 2026),” sebut analis FAC Sekuritas dalam risetnya.