Platform Digital Dimanfaatkan untuk Perluas Akses Rekrutmen

Ilustrasi lowongan kerja (loker). Foto: Freepik.

Platform Digital Dimanfaatkan untuk Perluas Akses Rekrutmen

Achmad Zulfikar Fazli • 8 October 2026 18:03

Mojokerto: Lebih dari 20 perusahaan mengikuti Job Fair 2026 di Kabupaten Mojokerto. Kegiatan yang digelar Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mojokerto bersama SMKN 1 Jetis dan KRJA+ tersebut mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang menyediakan beragam peluang kerja sesuai kebutuhan industri.

Job Fair 2026 terbuka bagi lulusan sekolah, pencari kerja pemula, maupun masyarakat umum yang sedang mencari peluang pekerjaan. Melalui kegiatan ini, peserta dapat memperoleh informasi mengenai posisi yang tersedia secara langsung dari perusahaan sekaligus memahami kebutuhan tenaga kerja dan tahapan rekrutmen yang berlaku.

Melalui interaksi secara langsung, pelamar dapat memperoleh gambaran mengenai posisi yang tersedia serta proses rekrutmen dari perusahaan peserta.

“Ada lebih dari 20 perusahaan yang hadir, jadi pilihan lowongannya cukup beragam, baik dari sisi posisi maupun tingkat pendidikan. Peserta pun bisa menyesuaikan peluang kerja itu dengan latar belakang pendidikan dan kompetensi masing-masing,” jelas Head of Product Innovation dari KRJA+ Khalis Hafidh di sela-sela acara, dikutip pada Kamis, 8 Oktober 2026.
 

Job Fair 2026 ini memanfaatkan teknologi digital melalui platform rekrutmen KRJA+. Platform tersebut mendukung penyebaran informasi lowongan, sehingga pelamar dapat mengakses peluang kerja melalui aplikasi.

Dalam pelaksanaannya, peserta Job Fair 2026 diwajibkan mengunduh aplikasi KRJA+ pada hari kegiatan. Setelah aplikasi tersedia, peserta dapat melihat informasi lowongan yang ditawarkan serta melanjutkan proses pencarian kerja secara digital.


Ilustrasi lowongan pekerjaan. Foto: Metrotvnews.com.

Pemanfaatan teknologi tersebut kemudian memberikan akses lanjutan setelah kegiatan berakhir. Informasi mengenai peluang kerja tetap dapat diakses melalui platform sehingga pencarian pekerjaan dapat terus berlangsung di luar waktu pelaksanaan bursa kerja.

“Perpaduan pertemuan langsung dan dukungan teknologi digital menunjukkan perkembangan penyelenggaraan bursa kerja yang mengikuti perubahan kebutuhan pencari kerja dan industri,” ujar Khalis.

Khalis berharap ke depan, kegiatan serupa dapat terus memperluas akses masyarakat terhadap peluang pekerjaan, sekaligus mendukung proses rekrutmen yang semakin terhubung dengan kebutuhan dunia kerja.

(Anggi Tondi)