Deputi III Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Kurnia Ramadhana, dalam program Cover Both Sides. Dok. Metro TV.
Hasil Survei Kepercayaan Publik Jadi Bahan Evaluasi Pemerintah
Muhamad Marup • 22 October 2026 08:00
Jakarta: Hasil survei kepercayaan publik akan jadi bahan evaluasi pemerintah. Termasuk adanya penurunan signifikan pada Mei-Juli 2026 dari 72,2 persen menjadi 58,4 persen berdasarkan survei Poltracking Indonesia.
"Itu tentu angka-angka yang akan dijadikan bahan evaluasi dari pemerintah," ujar Deputi III Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Kurnia Ramadhana, dalam program Cover Both Sides Metro TV, Rabu, 21 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, survei merupakan cerminan dari persepsi masyarakat. Menurutnya, penurunan berbarengan dengan adanya kasus korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kepala BGN saat itu ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Agung. Barangkali dalam konteks itu persepsi masyarakat menurun kepada pemerintah," katanya.
.jpg)
Program Cover Both Sides episode 2 Tahun Prabowo-Gibran: Apa Kata Survei?. Dok. Metro TV
Kurnia memastikan, pemerintah akan mencatat masukan-masukan masyarakat seiring dengan penurunan tersebut. Menurutnya, perbaikan-perbaikan program MBG, bahkan program prioritas lain seperti Koperasi Desa Merah Putih langsung dijalankan.
"Dan saya bisa jelaskan sederet perbaikan dari masukan-masukan masyarakat tersebut," katanya.
Sementara itu, Pengamat Politik, Pangi Syarwi Chaniago, menilai, penting bagi pemerintah membaca secara lebih komprehensif data-data hasil survei kepercayaan publik dari berbagai lembaga survei. Menurutnya, penting juga untuk pemerintah membaca kebutuhan dan permasalahan di masyarakat.
Baca Juga :
2 Tahun Prabowo-Gibran: Apa Kata Survei?
"Persoalan yang dihadapi Rakyat apa sebetulnya hari ini? Jangan-jangan adalah persoalan perut yang belum selesai, persoalan daya beli, soal harga sembako yang tidak terkendali misalnya atau masalah antrian BBM pertalite pertama yang tidak pernah selesai," ucapnya.