Pemprov DKI Jakarta Targetkan Jumlah Pengangguran Turun 3,5%

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Antara.

Pemprov DKI Jakarta Targetkan Jumlah Pengangguran Turun 3,5%

Gabriella Thesa Widiari • 22 October 2026 16:08

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan tingkat pengangguran terbuka di Jakarta berkurang menjadi 3,5 persen. Target tersebut dipasang untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai percontohan bagi daerah lain.

“Sekarang ini, tingkat pengangguran terbukanya sudah turun di angka 5,79 persen, tapi saya berharap segera bisa turun di angka 3,5 persen karena bagaimanapun Jakarta bisa menjadi role model bagi daerah-daerah lain,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dilansir dari Antara, Kamis, 22 Oktober 2026. 

Penurunan angka pengangguran terbuka tersebut didorong melalui pembukaan lapangan kerja, serta penyiapan tenaga kerja terampil. Pramono mendorong peningkatan kapasitas calon pekerja agar mampu bersaing di pasar kerja domestik maupun internasional.

Untuk mencapai target tersebut, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta diinstruksikan mengintensifkan sosialisasi pelatihan bahasa asing. Langkah ini disiapkan untuk menyalurkan tenaga kerja ke sejumlah negara seperti Singapura, Jepang, kawasan Timur Tengah, Taiwan, hingga Hong Kong.

“Pemerintah Jakarta akan memberikan pelatihan bahasa kepada saudara-saudara yang berkeinginan untuk bekerja di luar negeri. Yang bahasanya belum bagus, bisa memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta, ada yang namanya Mobile Training Center untuk pelatihan bahasa,” kata Pramono.


Ilustrasi kelas pekerja. Foto: dok. Antara. 

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat jumlah pengangguran pada Mei 2026 mencapai 324 ribu orang atau berkurang sekitar 10 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Penurunan pengangguran tersebut berbanding lurus dengan peningkatan jumlah pekerja penuh di wilayah Jakarta.

“Ini menunjukkan angkatan kerja selama periode Februari hingga Mei sebagian besar terserap ke dalam pekerjaan penuh atau menjadi pekerja penuh,” kata Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto.

BPS DKI Jakarta mencatat jumlah pekerja penuh pada Mei 2026 naik 139 ribu orang menjadi 4,36 juta orang. Sementara itu, kelompok setengah pengangguran mengalami penurunan sekitar 91 ribu orang menjadi 225 ribu orang.

(Gabriella Thesa Widiari)