Jembatan darurat di Desa Mbarung, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, ambruk setelah diterjang arus Sungai Alas. (Metro TV/ Alhadi Habibi)
Jembatan Darurat di Aceh Tenggara Ambruk Diterjang Arus Sungai Alas
Metro TV • 1 November 2026 17:55
Aceh Tenggara: Jembatan darurat di Desa Mbarung, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, kembali ambruk setelah diterjang derasnya arus Sungai Alas pada Sabtu dini hari, 31 Oktober 2026. Akibat kejadian tersebut, akses warga menuju Kecamatan Lawe Alas terputus.
Salah seorang warga, Kaharul Fajri, mengatakan jembatan tersebut sudah tiga kali dibangun secara darurat oleh masyarakat. Namun, derasnya arus sungai kembali menghanyutkan jembatan yang menjadi akses utama warga.
"Ini sudah tiga kali masyarakat Desa Mbarung membuat jembatan darurat. Kami sangat berharap kepada pemerintah daerah agar jembatan ini segera dibangun secara permanen, sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti semula," ujar Kaharul di Aceh Tenggara, Minggu, 1 November 2026.
Menurutnya, jembatan terakhir kali ambruk sekitar pukul 02.00 WIB. Hingga saat ini, debit air Sungai Alas masih tinggi sehingga warga belum dapat melakukan perbaikan secara mandiri.
"Kami mohon kepada pemerintah agar secepatnya memperbaiki atau membangun kembali jembatan ini secara permanen. Terutama agar anak-anak sekolah bisa melintas dan warga yang berkebun dapat kembali beraktivitas seperti biasa," ungkapnya.
Jembatan darurat sepanjang 150 meter yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat itu hanyut terbawa luapan Sungai Alas. Peristiwa ini merupakan kali ketiga jembatan tersebut putus akibat banjir.

Jembatan darurat di Desa Mbarung, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, ambruk setelah diterjang arus Sungai Alas. (Metro TV/ Alhadi Habibi)
Jembatan yang terbuat dari material kayu dan pohon pinang tersebut selama ini menjadi akses utama masyarakat, termasuk anak-anak sekolah dan petani yang hendak menuju area perkebunan.
Jembatan darurat itu dibangun setelah jembatan rangka baja di lokasi yang sama mengalami kerusakan akibat banjir bandang pada November 2025.
Tingginya curah hujan selama sepekan terakhir menyebabkan debit Sungai Alas meningkat. Kondisi tersebut membuat jembatan darurat kembali tidak mampu bertahan hingga akhirnya hanyut terbawa arus. (Alhadi Habibi)