Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) resmi meluncurkan Layanan Terpadu RSCM CAREs untuk Penanganan Kelainan Kornea. Foto: Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan.
Atasi Kebutaan Kornea, RSCM Luncurkan Layanan Terpadu RSCM CAREs
Fachri Audhia Hafiez • 28 October 2026 21:32
Jakarta: Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) resmi meluncurkan Layanan Terpadu RSCM CAREs untuk Penanganan Kelainan Kornea. Peluncuran ini bertepatan dengan perayaan Hari Penglihatan Mata Sedunia 2026 serta Hari Ulang Tahun kedua Unit Bank Mata RSCM.
“Maka hari ini kita akan luncurkan adalah salah satu nama RSCM CAREs yaitu Center for Cornea and Ocular Surface Restoration,” ujar Kepala Instalasi Kirana Layanan Mata RSCM Dokter Nina Mutmainah dalam peresmian layanan terpadu di Gedung RSCM Kirana, Rabu, 28 Oktober 2026.
Nina menjelaskan bahwa layanan ini merupakan hasil dari perjalanan panjang Departemen Oftalmologi yang sebelumnya telah dilengkapi dengan layanan rawat jalan, poliklinik, serta tindakan operasi canggih. Pelayanan tersebut kini semakin disempurnakan dengan kehadiran Unit Bank Mata yang mampu menyediakan donor kornea bagi pasien berpenyakit kompleks hingga yang membutuhkan transplantasi kornea.
Selain itu, RSCM Kirana menghadirkan inovasi berupa layanan laser vision correction guna membantu pasien dengan kelainan permukaan kornea atau koreksi rumit.
“Jadi seperti lasik, tapi sebenarnya tidak hanya terbatas untuk lasik. Jadi kalau lasik mungkin kita tahu itu adalah tindakan untuk membantu supaya kita tidak tergantung lagi dengan kacamata,” ujar Nina.
Nina menyebut layanan ini didukung oleh tim Departemen Oftalmologi yang sangat kompeten sehingga menjadikan RSCM Kirana sebagai pusat pelayanan mata yang lengkap.
“Tapi lebih dari itu dengan teman-teman dari Departemen Oftalmologi yang sangat kompeten. Jadi dengan adanya ini kita semua menjadi suatu pelayanan betul-betul bisa mendapatkan penanganan yang maksimal dengan seluruh paket,” ujar Nina.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Dok. Metrotvnews.com.
Sementara itu, Kepala Unit Bank Mata RSCM, Rina La Distia, menjelaskan bahwa kebutaan kornea merupakan salah satu penyebab utama kebutaan di Indonesia setelah katarak, glaukoma, dan diabetic retinopathy. Sebanyak 80 persen dari kasus tersebut dapat dibantu melalui tindakan transplantasi kornea.
Pencapaian donor maksimal dari tahun 1967 hingga saat ini baru mencatatkan sekitar 250 kornea per tahun, sementara angka kebutaan kornea mencapai 0,1 persen dengan kisaran 200.000 hingga 900.000 orang yang membutuhkannya.
“Per tahun kita dari tahun 1967 ke sekarang itu maksimal 250 kornea setahun. Sedangkan kebutaan itu sendiri ada 0,1 persen sehingga 200.000 sampai 900.000 orang membutuhkan kornea. Jadi ini yang perlu kita pecahkan bersama-sama,” ujar Rina.
Untuk mengatasi tingginya kebutuhan tersebut, RSCM membangun Unit Bank Mata melalui program Hospital Corneal Retrieval Program. Melalui program ini, RSCM melatih para konselor kemuliaan atau grief counselor untuk mengedukasi keluarga pasien di rumah sakit terkait pentingnya mendonasikan kornea.
“Kita melatih para konselor kemuliaan atau grief konselor agar dapat mendekati semua pasien, semua keluarga pasien yang ada di rumah sakit untuk mengenali kebaikan dari mendonasikan kornea,” ujar Rina.
(Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan)