Akses Jalan Ditutup, Aktivitas 55 KK di Cempaka Putih Timur Terhambat

Penutupan akses jalan umum terjadi di Jalan Taman Lagura RT 01 RW 04, Kelurahan Cempaka Putih Timur, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Foto: Metrotvnews.com/Christian

Akses Jalan Ditutup, Aktivitas 55 KK di Cempaka Putih Timur Terhambat

Christian • 2 September 2026 12:27

Jakarta: Penutupan akses jalan umum terjadi di Jalan Taman Lagura RT 01 RW 04, Kelurahan Cempaka Putih Timur, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Kondisi ini menghambat aktivitas 55 kepala keluarga (KK) di kawasan tersebut.

Salah seorang warga, Jack, 55, mengatakan akses jalan yang ditutup merupakan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos). Penutupan jalan ini sudah berlangsung selama hampir dua bulan.

“Yang ditutup tersebut adalah jalan umum warga, akses jalan tersebut sudah lama digunakan masyarakat sekitar,” ujar Jack di lokasi, Rabu 2 September 2026.

Jack mengatakan warga telah melayangkan surat ke Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terkait penutupan jalan tersebut. Dia menyebut penutupan jalan dilakukan sepihak oleh salah seorang warga di perumahan mewah.

“Namanya jalan umum itu tidak boleh ditutup secara sepihak. Penutupan jalan ini juga tidak ada mengundang warga atau sosialisasi, padahal di sini ada masjid dan mobil-mobil milik warga, serta ada satu ambulans,” ungkap Jack.


Penutupan akses jalan umum terjadi di Jalan Taman Lagura RT 01 RW 04, Kelurahan Cempaka Putih Timur, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Metrotvnews.com/Christian

Menurut dia, penutupan jalan ini sangat merugikan warga. Terlebih, jika terjadi kebakaran, orang sakit, hingga meninggal. Akibat penutupan jalanan ini, warga harus berputar jika ingin mengantar anak atau berobat.

“Jalanan ada tapi sangat sempit hanya muat satu motor, ini sangat merugikan warga sekitar,” ujar Jack. 
 


Sementara itu, Lurah Cempaka Putih Timur Hening Nugrahani telah meninjau lokasi penutupan akses warga di Jalan Taman Lagura RT 01 RW 04, Cempaka Putih Timur. Permasalahan penutupan jalan tersebut telah dibahas bersama sejumlah pihak terkait.

“Kalau yang tutup jalan itu katanya punya legalitas atas tanah tersebut dari Jakarta Tourisindo. Penutupan jalan telah terjadi pada akhir Juli yang memang sebelumnya akses jalan tersebut masih bisa dilewati masyarakat,” ucap Hening.

(Achmad Zulfikar Fazli)