Pasang Laut di Pesisir Kaltim Berpotensi Ganggu Aktivitas Warga

Ilustrasi: Sejumlah anak sedang bermain di Pantai Kilang Balikpapan (ANTARA/ M Ghofar)

Pasang Laut di Pesisir Kaltim Berpotensi Ganggu Aktivitas Warga

Silvana Febiari • 1 February 2026 13:45

Balikpapan: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mengingatkan warga pesisir Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk mewaspadai pasang laut setinggi 2,8–3 meter pada 2-4 Februari 2026. Fenomena ini berpotensi membahayakan dan mengganggu berbagai aktivitas.

"Pasang laut juga bisa mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas sosial, bisa naik ke kawasan pemukiman warga, bisa juga membahayakan anak-anak yang bermain di pantai," ujar Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, dikutip dari Antara, Minggu, 1 Februari 2026.

Pasang laut bahkan bisa membuat tambak ikan maupun tambak garam terendam air laut. Apalagi jika disertai ombak, peralatan di kawasan tambak berisiko rusak, sehingga peringatan dini ini diharapkan dapat mendorong langkah antisipasi.
 


Kawasan yang diperkirakan mengalami pasang laut antara lain Teluk Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur. Pada 2 Februari 2026, tinggi pasang diperkirakan mencapai 3 meter pukul 19.00 WITA, sedangkan surut terendah diperkirakan 0,2 meter pukul 02.00 WITA.

Di perairan Balikpapan, pasang tertinggi diperkirakan terjadi pada 2 Februari 2026 dengan ketinggian 3 meter pukul 19.00 WITA. Sementara itu, surut terendah diperkirakan mencapai 0,3 meter pada 5 Februari pukul 13.00 WITA.

Di sisi lain, perairan Balikpapan setidaknya terdapat lima kawasan yang terpengaruh langsung oleh pasang surutnya seperti Samboja dan Samboja Barat (Kabupaten Kutai Kartanegara), Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser.

Pada lima kawasan pesisir ini masih banyak tambak aktif, sehingga ketika terjadi pasang laut dikhawatirkan budi daya warga seperti udang, ikan, maupun kepiting, bisa hilang terdampak arus laut.


Ilustrasi pasang laut. (metrotvnews.com)


Peringatan dini juga ditujukan bagi warga di sejumlah kawasan pesisir lain, termasuk muara Sungai Berau dan sekitarnya. Pasang tertinggi diperkirakan mencapai 2,8 meter pada 4 Februari pukul 22.00 WITA, sedangkan surut terendah diperkirakan 0,2 meter pada 5 Februari pukul 17.00 WITA.

"Lantas di muara Sungai Mahakam (Pulau Nubi), Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan pasang tertinggi 2,9 meter, diperkirakan terjadi pada 3 Februari, pukul 20.00 WITA, sementara surut terendah 0,2 meter pada 4 Februari, pukul 02.00 WITA," katanya.

Sementara kawasan Pulau Nubi dan sekitarnya, terutama di Muara Pantauan, banyak tambak udang dan kepiting milik warga yang aktif. Dengan adanya peringatan dini BMKG ini diharapkan warga melakukan kesiapsiagaan dan pengamanan agar petambak tidak merugi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)