Teras rumah warga di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman yang ambruk akibat gempa. Dokumentasi/BPBD Sleman
Gempa Disusul Cuaca Ekstrem, Sejumlah Rumah Warga Sleman Rusak
Ahmad Mustaqim • 28 January 2026 12:00
Sleman: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat sejumlah kerusakan menyusul rentetan peristiwa gempa dan cuaca ekstrem yang terjadi pada Selasa, 27 Januari 2026)=. Kerusakan meliputi teras rumah warga yang roboh akibat gempa serta pohon tumbang dan dinding ambrol akibat hujan deras.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Bambang Kuntoro, menjelaskan satu unit teras rumah ambruk di Desa Gayamharjo, Kapanewon Prambanan. “Teras rumah warga yang roboh akibat gempa berada di Desa Gayamharjo,” ujar Bambang, Rabu, 28 Januari 2026.
Rumah tersebut milik Paiyem, 50, dan Yuli, 40. Bambang menyebut Paiyem sempat pingsan dan mengalami benturan di kepala usai mengetahui teras rumahnya ambruk. “Korban Paiyem sempat pingsan dan kepalanya kena benturan, sekarang sudah sadar dan sehat. Puing-puing teras rumah yang ambruk sudah dibersihkan,” jelasnya.
Beberapa saat setelah gempa, cuaca ekstrem melanda wilayah Sleman dan menimbulkan dampak lain. Di Desa Margomulyo, Kecamatan Seyegan, sebuah pohon tumbang menimpa rumah warga.
“Dampak pohon tumbang yang menimpa rumah warga Seyegan sudah terkondisikan setelah relawan dan petugas terlibat mengevakuasi,” kata Bambang.
Selain di Seyegan, dua titik kerusakan tercatat di Kecamatan Ngaglik. Sebuah pohon tumbang di Jalan Kapten Haryadi, Drono Sardonoharjo, menimpa mobil dan melintang di jalan. Sementara di Perumahan Citra Alam Sejahtera, Kalurahan Minomartani, terjadi dinding ambrol dengan panjang 16 meter dan tinggi 2 meter akibat hujan deras yang berkepanjangan.

Peta guncangan gempa bumi magnitudo 4,5 yang berpusat 16 kilometer timur Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (27/1/2026). ANTARA/HO-BMKG