Ilustrasi cadangan emas bank sentral. Foto: Shutterstock via Bareksa.
Daftar Bank Sentral dengan Simpanan Emas Terbesar di Dunia
Husen Miftahudin • 29 January 2026 16:45
Jakarta: Cadangan emas menjadi salah satu fondasi penting bagi stabilitas ekonomi dan keuangan suatu negara. Selain berfungsi sebagai pelindung nilai dari inflasi, emas juga dipakai sebagai alat pembayaran internasional dan menjadi simbol kepercayaan terhadap kekuatan mata uang suatu negara.
Di tengah kenaikan harga emas dunia yang mencapai USD5 ribu per troy ons, sejumlah bank sentral semakin memperkuat cadangan emas mereka. Simpanan emas bank sentral sering menjadi indikator penting bagi kesehatan ekonomi dan strategi keuangan nasional.
10 negara dengan cadangan emas terbesar
Berikut 10 negara dengan cadangan emas terbesar di dunia dilansir dari Trading Economic:
1. Amerika Serikat (AS)
Posisi teratas ditempati Amerika Serikat dengan cadangan emas mencapai 8.133,46 ton, atau setara dengan lebih dari 80 persen dari total cadangan devisa negara tersebut. Emas ini disimpan di lokasi strategis seperti Fort Knox, West Point, dan Denver. Jumlahnya relatif stabil sejak berakhirnya era sistem Bretton Woods.2. Jerman
Jerman menempati posisi kedua dengan cadangan emas sebesar 3.350,25 ton atau sekitar 80,37 persen dari total cadangan devisa negara. Antara 2013–2017, Bundesbank memindahkan 674 ton emas dari New York dan Paris ke Frankfurt. Sehingga kini sekitar separuh cadangannya berada di dalam negeri, sementara sisanya tetap tersimpan di New York dan London.3. Italia
Italia menduduki posisi ketiga dengan cadangan emas sebesar 2.452 ton atau sekitar 76,97 persen dari total cadangan devisa negara. Emas menjadi aset penting bagi stabilitas moneter dan kemandirian kebijakan Italia. Jumlahnya relatif tetap tidak banyak berubah sejak 2009.4. Prancis
Posisi keempat ditempati oleh Prancis dengan cadangan emas sebesar 2.437 ton atau sekitar 77,7 persen dari total devisa negara. Meskipun antara 2004-2009 Prancis melepas hampir 600 ton emas, jumlah cadangan sejak itu tetap stabil. Cadangan emas berfungsi sebagai simbol kepercayaan terhadap kekuatan fiskal negara.5. Rusia
Posisi kelima ditempati Rusia dengan cadangan emas mencapai 2.330 ton. Meskipun data devisa terbaru belum dirilis, akumulasi emas Rusia meningkat pesat sejak 2014. Langkah ini menjadi bagian dari strategi dedolarisasi dan perlindungan terhadap risiko geopolitik, sekaligus menjadikan emas sebagai instrumen utama untuk memperkuat ketahanan cadangan devisa negara, terutama setelah dikenakan sanksi internasional.| Baca juga: Harga Emas Makin Kinclong, Hari Ini Bakal Tembus Segini |

(Ilustrasi emas batangan. Foto: bullionvault.com)
6. Tiongkok
Posisi keenam diduduki Tiongkok dengan cadangan emas sebesar 2.304 ton atau hanya sekitar 7,68 persen dari total cadangan devisa negara. Bank Sentral Tiongkok menambah cadangan emas secara signifikan sejak akhir 2022, namun sempat berhenti pada pertengahan 2024, dan kembali membeli pada akhir 2024. Strategi ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS sekaligus memperkuat posisi yuan.7. Swiss
Posisi selanjutnya ditempati oleh Swiss dengan total cadangan emas sekitar 1.040 ton, yang tetap stabil antara kuartal kedua dan ketiga 2025. Rata-rata cadangan emas Swiss sejak 2000 hingga 2025 mencapai 1.254,54 ton, dengan puncak tertinggi sebesar 2.590,18 ton pada kuartal pertama 2000 dan titik terendah 1.039,99 ton pada kuartal kedua 2014.8. India
Posisi berikutnya ditempati oleh India dengan cadangan emas sebesar 880,18 ton, atau sekitar 15,17 persen dari total devisa negara. Selain cadangan resmi pemerintah, India juga dikenal sebagai konsumen emas terbesar kedua di dunia untuk perhiasan dan investasi domestik. Emas memiliki nilai budaya dan simbolik yang kuat, sehingga tetap menjadi aset penting dalam struktur ekonomi nasional.9. Jepang
Posisi berikutnya ditempati oleh Jepang dengan cadangan emas sebesar 846 ton, sekitar 7,76 persen dari total cadangan devisanya. Meski proporsinya relatif kecil dibandingkan total devisa Jepang yang sangat besar, emas tetap menjadi komponen penting dalam strategi diversifikasi aset oleh Kementerian Keuangan Jepang.10. Turki
Posisi terakhir pada deretan 10 bank sentral dengan cadangan emas tertinggi ditempati oleh Turki dengan cadangan emas mencapai 641,28 ton atau sekitar 48,92 persen dari total devisa negara. Setelah periode pembelian agresif hingga 2022, Bank Sentral Turki menjual sebagian cadangan pada 2023 untuk memenuhi lonjakan permintaan domestik akibat pembatasan impor. Namun, pembelian emas kembali dilanjutkan pada 2024 sebagai bagian dari upaya stabilisasi keuangan nasional.Cadangan emas penting bagi negara untuk menjaga kepercayaan, melindungi kekayaan, dan menstabilkan ekonomi. Emas juga mudah dicairkan dan membantu menyebar risiko cadangan negara. Inilah alasan banyak negara terus menambah simpanan emasnya dari waktu ke waktu. (Alfiah Ziha Rahmatul Laili)