Ilustrasi emas batangan. Foto: bullionvault.com
Harga Emas Makin Kinclong, Hari Ini Bakal Tembus Segini
Husen Miftahudin • 29 January 2026 11:32
Jakarta: Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi dan menjadi sorotan utama pelaku pasar pada perdagangan hari ini. Lonjakan harga emas dipicu oleh kombinasi faktor fundamental global dan sinyal teknikal yang semakin menguat. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan XAU/USD masih berada dalam fase bullish yang solid, dengan potensi kelanjutan tren kenaikan dalam jangka pendek.
Harga emas dunia (XAU/USD) tercatat melonjak tajam selama sesi Amerika Utara setelah Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya, sesuai ekspektasi pasar. Namun, keputusan tersebut tidak diambil secara bulat, karena dua anggota Federal Reserve memberikan suara untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Sikap Ketua The Fed Jerome Powell yang cenderung netral dan mempertahankan status quo turut memberi ruang bagi emas untuk melanjutkan penguatannya. Dampaknya, harga emas sempat melonjak lebih dari empat persen dan menyentuh rekor tertinggi di area USD 5.412 per troy ounce.
Memasuki awal perdagangan Asia, reli emas berlanjut hingga mencetak rekor baru di level USD5.579 sebelum mengalami koreksi terbatas ke kisaran USD5.500. Penguatan ini didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe-haven di tengah ketegangan geopolitik yang kembali memanas, terutama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Iran.
Ancaman pembalasan dari Iran terhadap AS dan sekutunya semakin memperbesar ketidakpastian global, mendorong investor mengalihkan asetnya ke emas.
Dari sisi kebijakan moneter, keputusan The Fed untuk menahan suku bunga di kisaran 3,50 persen sampai 3,75 persen turut memperkuat daya tarik emas. Suku bunga yang relatif rendah mengurangi opportunity cost dalam memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Selain itu, pernyataan Trump terkait rencana penunjukan Ketua The Fed yang baru dan potensi penurunan suku bunga secara agresif memunculkan kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral AS. Kondisi ini semakin mempertebal sentimen positif terhadap emas sebagai aset lindung nilai.
"Secara teknikal, pergerakan emas masih berada dalam jalur bullish yang kuat. Berdasarkan kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average yang terbentuk saat ini, tren bullish pada XAU/USD terlihat semakin menguat. Harga masih bergerak di atas area rata-rata utama, menandakan dominasi buyer masih terjaga," ungkap analis Dupoin Futures Andy Nugraha, dikutip dari analisa hariannya, Kamis, 29 Januari 2026.
| Baca juga: Harga Emas Dunia Melesat hingga Tembus USD5.500 |
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Emas berpotensi menguat ke area USD5.650
Untuk proyeksi pergerakan hari ini, Dupoin Futures melihat peluang kenaikan lanjutan masih terbuka. Jika tekanan beli tetap berlanjut dan sentimen global tidak mereda, XAU/USD berpotensi melanjutkan penguatan menuju area USD5.650. Level tersebut menjadi target resistance terdekat yang berpotensi diuji dalam perdagangan intraday.
Namun demikian, Andy juga mengingatkan adanya peluang koreksi teknikal setelah reli tajam. Apabila harga gagal mempertahankan momentum kenaikan dan terjadi aksi ambil untung, maka koreksi wajar berpotensi membawa harga emas turun ke area support terdekat di sekitar USD5.455.
"Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, tren bullish dinilai masih tetap aman," tegas dia.
Dengan kombinasi ketegangan geopolitik, ketidakpastian arah kebijakan moneter AS, serta sinyal teknikal yang mendukung, harga emas diperkirakan tetap volatil dengan kecenderungan menguat.
"Investor dan trader diimbau tetap mencermati perkembangan global dan menerapkan manajemen risiko yang disiplin dalam memanfaatkan peluang di pasar emas hari ini," ucap Andy mengingatkan.