Kolaborasi Akademik Internasional Jadi Arah Baru Pengembangan UBL

Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com

Kolaborasi Akademik Internasional Jadi Arah Baru Pengembangan UBL

Deny Irwanto • 1 February 2026 10:06

Jakarta: Penguatan kolaborasi internasional menjadi Langkah penting yang ditempuh Universitas Budi Luhur (UBL) untuk pengembangan kampus memasuki usia ke-47 tahun. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas jejaring akademik sekaligus meningkatkan mutu program pendidikan dan riset.

Perubahan arah tersebut ditandai dengan peningkatan penjajakan kerja sama global, terutama dengan sejumlah institusi di kawasan Asia. Dalam aktivitas internasional, kampus ini mulai menggunakan nama Budi Luhur University dengan singkatan BLU sebagai label komunikasi global, sementara nama Universitas Budi Luhur tetap dipakai dalam dokumen resmi.

"Ke depan, semua program muaranya adalah internasionalisasi. Kegiatan seperti seminar dan konferensi akan mengarah ke sana," kata Rektor Universitas Budi Luhur, Agus Setyo Budi, di sela peresmian logo 47 tahun Universitas Budi Luhur, Sabtu, 31 Januari 2025.

Agus menjelaskan sejumlah mitra luar negeri telah dijajaki untuk memperkuat kolaborasi, di antaranya institusi dari Jepang, Korea, Taiwan, dan Malaysia. Kerja sama tersebut mencakup pendidikan, penelitian, serta berbagai aktivitas akademik lintas negara.

"Mitra luar negeri akan memanfaatkan kerja sama ini untuk berkolaborasi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun kegiatan akademik lainnya," jelasnya.


Suasana peresmian logo 47 tahun Universitas Budi Luhur, Sabtu, 31 Januari 2025. Dokumentasi/ istimewa

Dalam konteks komunikasi global, penggunaan nama BLU dinilai lebih mudah dipahami oleh mitra internasional. Namun, penggunaan nama tersebut tidak menggantikan identitas resmi institusi dalam dokumen hukum dan kerja sama formal.

"Saat campaign di luar negeri, kami menggunakan nama BLU karena penamaan UBL sering membingungkan secara tata bahasa internasional. Namun untuk MoU dan dokumen resmi tetap menggunakan Universitas Budi Luhur," ungkapnya.

Selain penguatan jejaring, model kolaborasi riset juga diarahkan lebih terbuka sejak tahap awal. Skema yang disiapkan mencakup penyusunan proposal bersama, presentasi kolaboratif, hingga konferensi internasional dengan dukungan pendanaan bersama.

Baca Juga :

Kolaborasi 7 Spesialis, Unbrah Perkuat Layanan Kesehatan Pascabencana di Maninjau

Pertukaran mahasiswa dan dosen menjadi bagian dari desain kerja sama tersebut. Di sisi lain, kampus menekankan bahwa ukuran keberhasilan pendidikan tidak bertumpu pada aspek fisik, melainkan kualitas program dan kompetensi lulusan. 

Pendekatan ini dikaitkan dengan kebutuhan dunia kerja dan pengalaman praktis mahasiswa.

"Orientasi kami adalah kegiatan. Saat mahasiswa lulus, yang ditanya bukan kampusnya sebesar apa, tapi kamu bisa apa. Dari situlah magang dan dunia kerja didekatkan," ujarnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Julian Bongsoikrama, selaku Ketua BPH Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro, Deni Mahdiana, selaku Deputi Akademik, Bullion Dragon Andah, selaku Deputi Sumber Daya dan Arief Wibowo,  selaku Deputi Kemahasiswaan, Kerjasama & Promosi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Deny Irwanto)