Konflik Timur Tengah, ASEAN Sepakat Berbagi Akses Evakuasi Pesawat untuk Pekerja Migran

Kepala Negara ASEAN dalam KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina. Foto: ASEAN

Konflik Timur Tengah, ASEAN Sepakat Berbagi Akses Evakuasi Pesawat untuk Pekerja Migran

Dimas Chairullah • 11 May 2026 17:45

Jakarta: Keselamatan warga negara Asia Tenggara, khususnya para pekerja migran yang berada di kawasan konflik Timur Tengah, menjadi salah satu prioritas paling mendesak dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina.

Para pemimpin kawasan menegaskan solidaritas penuh untuk saling melindungi warganya di tengah eskalasi geopolitik tersebut.

Sekretaris Jenderal ASEAN Dr. Kao Kim Hourn menjabarkan bahwa imbas krisis Timur Tengah ini menyentuh lima aspek krusial yang ia sebut sebagai "5F": bahan bakar (fuel), pangan (food), pupuk (fertilizers), keuangan (finance), dan pekerja asing (foreign workers).

"Terdapat banyak diskusi tentang bagaimana mereka melindungi warga negara ASEAN, terutama mereka yang masih berbasis di Timur Tengah, khususnya di negara-negara Teluk," ungkap Kao di ASEAN Hall, Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.

Di tengah ketidakpastian keamanan, para kepala negara ASEAN menyatakan kesiapan untuk saling menyokong warga negara satu sama lain yang tengah berada dalam kondisi bahaya. 

Skema perlindungan ini tidak hanya di atas kertas, namun diwujudkan melalui perjanjian kerangka kerja bantuan konsuler yang nyata.

Langkah paling konkret dari solidaritas ini adalah kesepakatan repatriasi silang. Kao mencontohkan bahwa negara anggota yang mengirimkan armada pesawat evakuasi mereka, seperti yang dilakukan Singapura, dapat dimanfaatkan untuk mengangkut warga negara ASEAN lainnya keluar dari zona konflik.

"Jelas bahwa ada cara untuk mendapatkan apa yang bisa dilakukan, terutama di bawah perjanjian kerangka kerja yang kita miliki di bawah apa yang kita sebut bantuan konsuler. Dan tentu saja juga repatriasi," tambah Sekjen Kao.

Guna memperkokoh landasan hukum langkah tersebut, para pemimpin telah mengadopsi Pernyataan Pemimpin ASEAN tentang Respons terhadap Krisis Timur Tengah. 

Dokumen ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan "seluruh-ASEAN" (whole-of-ASEAN approach) untuk menjamin keselamatan warga negara, beriringan dengan upaya menstabilkan ketahanan energi dan rantai pasok ekonomi kawasan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)