Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. (Anadolu Agency)
Menlu Iran Tegaskan Tak Ada Solusi Militer untuk Krisis di Selat Hormuz
Willy Haryono • 5 May 2026 14:50
Teheran: Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada Selasa, 5 Mei 2026, bahwa tidak ada solusi militer untuk krisis politik yang tengah terjadi, termasuk seputar Selat Hormuz.
Secara spesifik, ia memberikan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) dan Uni Emirat Arab (UEA) agar tidak memicu eskalasi lebih lanjut di Selat Hormuz.
Melalui unggahan di platform media sosial X, Araghchi menyebut peristiwa di Selat Hormuz membuktikan bahwa kekuatan militer bukan jalan keluar.
“Seiring kemajuan pembicaraan melalui upaya baik Pakistan, AS harus waspada agar tidak terseret kembali ke dalam rawa oleh pihak-pihak yang beritikad buruk, begitu pula dengan UEA,” ujar Araghchi, seperti dikutip Anadolu, pada Selasa, 5 Mei 2026.
Araghchi secara tegas menolak rencana Project Freedom yang digagas Washington untuk mengawal kapal-kapal dagang keluar dari selat tersebut. Ia menilai inisiatif tersebut hanya akan menemui kebuntuan.
Ketegangan ini memuncak setelah Iran meluncurkan serangan balasan ke wilayah UEA pada Senin, yang menjadi insiden pertama sejak gencatan senjata antara Iran dan AS diberlakukan bulan lalu. Pihak UEA melaporkan adanya gelombang keempat serangan rudal dan drone yang diluncurkan dari Iran.
Sistem pertahanan udara UEA dilaporkan berhasil mencegat 15 rudal dan empat drone. Namun, sebuah serangan drone menyebabkan kebakaran di Zona Industri Minyak Fujairah, yang merupakan pusat energi vital di pesisir timur UEA.
Sebelumnya, militer AS mengklaim telah menghancurkan enam kapal kecil Iran di Selat Hormuz. Teheran membantah klaim tersebut.
Eskalasi di kawasan terus meningkat sejak AS dan Israel meluncurkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Aksi tersebut memicu serangan balasan dari Teheran terhadap Israel serta sekutu-sekutu AS di Teluk, yang dibarengi dengan penutupan Selat Hormuz.
Meski gencatan senjata telah berlaku sejak 8 April melalui mediasi Pakistan, perundingan di Islamabad sejauh ini belum menghasilkan kesepakatan permanen. Saat ini, masa gencatan senjata diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang ditentukan. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Trump Ancam Iran akan Dihabisi Jika Serang Kapal AS di Selat Hormuz