Pemandangan salah satu sudut kota di Greenland. (Anadolu Agency)
AS, Denmark, dan Greenland Teken Kesepakatan Keamanan Arktik di Sidang Umum PBB
Willy Haryono • 23 September 2026 08:27
New York: Amerika Serikat (AS), Denmark, dan Greenland menandatangani kesepakatan memperkuat keamanan di kawasan Arktik dan Atlantik Utara pada Selasa, 22 September 2026, di sela-sela berlangsungnya Sidang Majelis Umum PBB sesi ke-81 di New York.
Presiden AS Donald Trump menyebut kesepakatan tersebut sebagai sesuatu yang “luar biasa bagi Eropa, Amerika Serikat, semua pihak, dan Greenland."
Trump mengatakan kesepakatan tersebut telah melalui proses panjang dan memprediksi hubungan “luar biasa dalam jangka panjang” antara para pihak.
Dalam pidatonya di Sidang Umum PBB sebelum penandatanganan, Trump mengatakan kesepakatan tersebut memberikan AS “kendali permanen atas keamanan dan seluruh kebutuhan lainnya” di Greenland.
“Kami akan memiliki kemampuan penuh untuk melakukan apa yang diperlukan untuk mempertahankan benua Amerika dan juga Eropa serta tempat-tempat lainnya,” ujar Trump.
Ia mengatakan tidak ada pihak yang menjadi lawan AS yang akan diizinkan membangun kehadiran militer di Greenland atau melakukan investasi sensitif di wilayah tersebut tanpa “persetujuan tertulis secara tegas” dari Washington.
Trump juga mengumumkan rencana memperluas kehadiran militer AS di Greenland.
“Kami akan segera memulai proses pengembangan kehadiran militer besar di lokasi yang sesuai. Kami akan membangun dua pangkalan militer yang sangat besar,” ucapnya.
Menurut Trump, perluasan kehadiran AS di Arktik dan Atlantik Utara akan melindungi AS dan Eropa serta “sangat memperkuat NATO."
Sebelum penandatanganan, Trump mengatakan dirinya menantikan kerja sama dengan masyarakat Denmark dan Greenland. Dia mengatakan ketiga pihak telah “benar-benar membentuk ikatan” selama proses negosiasi.
Denmark Tegaskan Kedaulatan atas Greenland
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dan Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menggelar konferensi pers setelah upacara penandatanganan, menurut lembaga penyiaran publik DR.Kesepakatan tersebut memungkinkan Washington membangun sistem pertahanan rudal yang disebut Golden Dome di Greenland. Namun, belum jelas apakah sistem tersebut akan mencakup penempatan rudal AS di pulau tersebut.
“Belum ada keputusan mengenai isi atau bentuk Golden Dome, jadi terlalu dini untuk mengatakan apa pun mengenai hal itu,” kata Frederiksen.
Frederiksen juga ditanya apakah kesepakatan tersebut akan mengakhiri seruan Trump yang berulang kali menginginkan kepemilikan atau kendali AS atas Greenland.
“Kami berpegang pada kesepakatan yang telah kami buat. Kesepakatan itu dengan jelas menyatakan bahwa para pihak menegaskan kembali kedaulatan dan integritas teritorial Kerajaan Denmark serta mengakui bahwa rakyat Greenland merupakan suatu bangsa berdasarkan hukum internasional yang memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri,” tuturnya.
Frederiksen menambahkan bahwa Denmark tidak dapat menjamin apa yang mungkin dikatakan pihak lain di masa mendatang.
Sementara itu, Nielsen mengatakan Greenland mempertahankan “garis merah” selama negosiasi dan ingin membangun kembali “saling percaya” dengan AS.
Baca juga: Trump Umumkan Rencana Membangun Dua Pangkalan Militer Besar di Greenland