Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, Lucia Rizka Andalusia. Foto: Metro TV/Nattasya Amani.
Kemenkes: Warga Borong Obat Antivirus Tanpa Resep di Tengah Lonjakan Kasus Influenza A
Nattasya Amani Vrazeti • 25 September 2026 13:20
Jakarta: Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, Lucia Rizka Andalusia, menyebut warga memborong obat antivirus tanpa resep. Hal itu terjadi karena kepanikan masyarakat akibat kurangnya obat antivirus di pasaran menyusul lonjakan kasus Influenza A.
“Dalam dua minggu terakhir terjadi kepanikan hebat, pasti ada yang merasakan, terkait dengan kurangnya obat antivirus karena adanya lonjakan kasus Influenza A,” ujar Lucia di Balai Kota DKI Jakarta dalam acara World Pharmacist Day 2026, Jumat, 25 September 2026.
Aktivitas pembelian obat antivirus tanpa menggunakan resep dokter itu ramai di media sosial. Lucia menyayangkan tindakan tersebut.
“Padahal kalau kita belajar, teman-teman yang dokter, yang apoteker, influenza adalah self-limiting disease yang tidak perlu antivirus,” kata Lucia.

Ilustrasi freepik
Penggunaan obat keras pada anak-anak dan balita tanpa pengawasan medis, kata Lucia, dikhawatirkan dapat memicu risiko resistensi yang berbahaya di kemudian hari. Ia meminta kepada seluruh tenaga kefarmasian agar dapat mengambil peran sebagai garda terdepan. Apoteker diminta untuk tidak ikut terbawa arus kepanikan di lapangan, melainkan aktif memberikan edukasi serta informasi yang benar kepada masyarakat.
“Nah, teman-teman apoteker, sekali lagi tolong menjadi garda terdepan dalam pemberian obat-obatan, juga menjaga, memberikan edukasi informasi yang benar. Bukan hanya sekadar mengikuti kepanikan yang ada, 'daripada tidak diobatin, ya sudah diobatin antivirus ini saja', gitu ya,” tutur Lucia.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pemerintah saat ini tidak memiliki pilihan obat antivirus lain selain Oseltamivir. Lucia juga mengimbau para apoteker menjaga profesionalisme pelayanan demi mencegah ancaman resistensi obat yang lebih parah di masa depan.
“Oleh karena itu, teman-teman semuanya, sekali lagi kita harus memberikan pelayanan kepada masyarakat yang baik, yang profesional. Kepuasan pelanggan juga harus diperhatikan,” ungkap Lucia.