Jule Positif Etomidate, Kenali Efek dan Risikonya

Ilustrasi: Freepik

Jule Positif Etomidate, Kenali Efek dan Risikonya

Riza Aslam Khaeron • 21 September 2026 15:14

Jakarta: Penggunaan rokok elektronik atau vape kembali menjadi perhatian setelah ditemukan produk yang mengandung etomidate. Temuan tersebut memunculkan perhatian karena etomidate tidak digunakan secara bebas melalui rokok elektronik.

Mengutip dari pemberitaan Metrotvnews sebelumnya, selebgram Julia Prastini atau Jule diamankan Polresta Bandara Soekarno-Hatta pada Senin, 14 September 2026 terkait vape yang mengandung etomidate. Hasil tes urine Jule menunjukkan positif etomidate, sehingga kasus tersebut turut membuka perhatian terhadap peredaran vape yang mengandung zat tersebut.

Meski hasil tes urine menunjukkan positif etomidate, polisi tidak menetapkan Jule sebagai tersangka. Penanganan terhadap Jule dilakukan melalui mekanisme restorative justice, disertai asesmen dan rencana rehabilitasi.

Temuan tersebut turut memunculkan perhatian publik terhadap etomidate dan penggunaannya melalui vape. Lantas, apa itu etomidate dan bagaimana zat tersebut bisa ditemukan dalam vape? Berikut penjelasannya.
 

Apa Itu Etomidate?


Ilustrasi: Freepik

Mengutip laman resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), etomidate merupakan obat keras yang digunakan sebagai obat bius atau anestesi dalam tindakan medis. Penggunaannya dilakukan melalui injeksi dan berada di bawah pengawasan tenaga medis, bukan untuk digunakan melalui rokok elektronik.

Obat ini dikenal memiliki kerja yang cepat dan relatif memberikan pengaruh lebih kecil terhadap tekanan darah dibanding sejumlah obat anestesi lainnya. Karena karakteristik tersebut, etomidate digunakan dalam kondisi medis tertentu, termasuk pada pasien yang memiliki risiko kardiovaskular tinggi.

Masalah muncul ketika etomidate digunakan di luar kebutuhan medis dan dimasukkan ke dalam cairan vape. Cara penggunaan tersebut membuat zat yang seharusnya digunakan dalam pengawasan medis masuk ke tubuh melalui metode yang tidak diperuntukkan bagi obat tersebut.

BPOM telah mengingatkan mengenai penyalahgunaan rokok elektronik sebagai media memasukkan zat berbahaya ke tubuh. BPOM menyebut vape dapat disalahgunakan sebagai media penggunaan new psychoactive substances (NPS) maupun zat berbahaya lainnya.
 

Apa Efek Etomidate Jika Digunakan dalam Vape?

Penggunaan etomidate melalui vape dapat menimbulkan sejumlah efek terhadap tubuh. Informasi dari Direktorat Intelijen Obat dan Makanan BPOM mencatat beberapa dampak yang dapat muncul ketika etomidate digunakan secara tidak sah melalui rokok elektronik.

Beberapa efek yang dapat muncul meliputi:
  • Mual dan muntah
  • Iritasi saluran pernapasan
  • Gangguan koordinasi tubuh
  • Kehilangan kesadaran
  • Kejang otot
Health Sciences Authority (HSA) Singapura juga melaporkan kasus seorang remaja yang kehilangan kesadaran setelah menghirup vape mengandung etomidate. Kasus tersebut disertai gejala neurologis yang serius.

Studi Wu dan rekan-rekannya pada 2024 turut mencatat dua kasus pasien yang mengalami kelemahan otot ekstrem serta gangguan pernapasan setelah menggunakan etomidate. Kondisi tersebut menunjukkan risiko kesehatan dapat muncul ketika obat anestesi digunakan di luar tujuan medisnya.

Etomidate juga mendapat pengaturan ketat di sejumlah negara. Di Singapura, zat tersebut diklasifikasikan sebagai racun berdasarkan Poisons Act, sedangkan di Hong Kong etomidate masuk kategori Controlled Drugs berdasarkan Dangerous Drugs Ordinance.
   

Bagaimana Aturan dan Pengawasan Etomidate?

Di Indonesia, pengawasan terhadap rokok elektronik diatur antara lain melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 sebagai aturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. PP tersebut berstatus berlaku dan mengatur pengawasan terhadap produk tembakau serta rokok elektronik.

Dalam Pasal 432 ayat (1) PP Nomor 28 Tahun 2024, penggunaan bahan tambahan pada produk tembakau dan rokok elektronik dibatasi. Aturan tersebut menyebut setiap orang yang memproduksi produk tembakau dan rokok elektronik dilarang menggunakan bahan tambahan, kecuali telah dibuktikan secara ilmiah bahwa bahan tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan.

BPOM juga menyatakan siap membantu penanganan vape yang mengandung etomidate melalui pengujian laboratorium dan pemberian keterangan ahli. Koordinasi dilakukan bersama sejumlah lembaga, termasuk BNN, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Kepolisian.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengatakan penyalahgunaan zat tersebut perlu ditangani melalui kerja sama lintas lembaga. Pengawasan terhadap rokok elektronik juga perlu dilakukan secara menyeluruh karena perangkat tersebut dapat menjadi media penyalahgunaan zat berbahaya.

Pengawasan terhadap rokok elektronik diperlukan untuk mencegah masuknya bahan yang berisiko bagi kesehatan ke dalam produk yang beredar di masyarakat. Penggunaan etomidate di luar kebutuhan medis juga membutuhkan perhatian dari berbagai pihak agar penyalahgunaan zat tersebut dapat dicegah dan ditangani.

(Angel Rinella)

(Riza Aslam Khaeron)