Kopdes Mulai Ekspor, Kopi dan Arang Tembus Mesir-Tiongkok

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah.

Kopdes Mulai Ekspor, Kopi dan Arang Tembus Mesir-Tiongkok

Husen Miftahudin • 22 September 2026 23:25

Jakarta: Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) mulai membidik pasar luar negeri melalui ekspor komoditas unggulan desa. Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat dua Kopdes telah melakukan ekspor perdana ke Mesir dan Tiongkok.
 
Berdasarkan laporan Kemendag, Kopdes Sidomulyo yang berada di Jember, Jawa Timur telah mengekspor kopi ke Mesir sebanyak 20 ton dengan nilai USD90 ribu atau Rp1,61 miliar. Adapun Kopdes Awunio di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara telah mengekspor 50 ton arang tempurung ke Tiongkok senilai Rp734,5 juta.
 
Selain itu, tiga koperasi petani atau juga tercatat telah melakukan ekspor. Diantaranya Koperasi di Jembrana, Bali mengekspor kakao fermentasi senilai Rp2,4 miliar ke Prancis, Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah di Bandung mengekspor kopi ke Tiongkok dan Maroko senilai Rp4 miliar, dan Koperasi Produsen Lereng Kelir di Magelang mengekspor 17 ton green bean kopi ke Dubai.
 
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut program Desa Bisa Ekspor tidak hanya diperuntukkan bagi Kopdes. Pelaku usaha di desa seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), koperasi, maupun BUMDes juga dapat didorong untuk melakukan ekspor selama menjalankan aktivitas ekonomi di desa.
 


Pemerintah Buka Akses Pasar bagi Ekonomi Lokal

(Pelaku UMKM. Foto: dok Metrotvnews.com)

 

Kemendag fasilitasi pelaku usaha cari buyer

 
Budi mengatakan, Kemendag turut memfasilitasi pelaku usaha desa untuk mendapatkan pembeli dari luar negeri melalui business matching dengan perwakilan perdagangan Indonesia di berbagai negara. Menurutnya, kemampuan mendapatkan pembeli menjadi salah satu hal penting agar pelaku usaha desa dapat masuk ke pasar ekspor.
 
"Bagaimana mereka (pelaku usaha) walaupun dari desa, tapi dia tau caranya ekspor, caranya mendapatkan buyer. Karena sebenarnya ekspor itu kuncinya buyer. Tapi bagaimana mendapat buyer itu tidak mudah, makanya kita terutama untuk desa dan UMKM ini kita fasilitasi melalui business matching dengan perwakilan kita di luar negeri," ucap Budi di sela acara peresmian National Export Gateway di Jakarta, Selasa, 22 September 2026.
 
Sementara itu, Kemendag telah mengidentifikasi sekitar 2.600 desa yang memiliki potensi ekspor. Upaya pendampingan dan pengembangan program Desa Bisa Ekspor juga dilakukan untuk mendorong potensi perputaran ekonomi di desa. (Tiaranissa Juliansyah)

(Husen Miftahudin)