Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Fajarini Puntodewi. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah.
Kemendag: Pengakses InaExport Naik Hampir 500 Persen pada 2026
Ade Hapsari Lestarini • 22 September 2026 23:10
Jakarta: Portal InaExport mencatat peningkatan jumlah pengakses hampir 500 persen pada 2026. Portal digital yang digunakan untuk mendukung pelaku usaha dalam mengakses pasar ekspor tersebut meningkat dari 145 ribu pada 2025 menjadi 866 ribu pengakses hingga 22 September 2026.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Fajarini Puntodewi mengatakan peningkatan tersebut terjadi setelah proses transformasi yang dilakukan InaExport dalam dua hingga tiga bulan terakhir.
"Jadi hingga saat ini pada 2026, pengakses InaExport meningkat hampir 500 persen dari 145 ribu pada 2025, tahun ini sampai hari ini terdapat 866 (ribu) pengakses," ucap Fajarini dalam peresmian National Export Gateway di Jakarta, Selasa, 22 September 2026.
Selain jumlah pengakses, anggota InaExport yang telah terverifikasi juga meningkat menjadi 15 ribu. Sementara itu, terdapat 160 permintaan dari calon pembeli internasional yang kemudian ditindaklanjuti dengan eksportir Indonesia yang relevan.

Mendag Budi Santoso (tengah). Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah.
Implementasi transformasi InaExport
Fajarini mengatakan, Kemendag juga akan menandatangani naskah kerja sama dengan 19 mitra dagang untuk mendukung sejumlah program dalam ekosistem InaExport seperti Kampus Preneur, Desa Bisa Ekspor, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Bisa Ekspor. Mitra tersebut terdiri dari tiga kementerian, yakni Kementerian UMKM, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Kolaborasi tersebut juga melibatkan tiga perguruan tinggi serta 12 lembaga non pemerintah dan asosiasi. Melalui kerja sama ini, data dan informasi terkait program pembinaan, promosi, serta konsultasi ekspor dari berbagai pihak yang akan diintegrasikan dalam ekosistem InaExport.
Peluncuran awal tersebut menandai dimulainya implementasi transformasi InaExport. Fajarini menyebut platform tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara penuh pada 5 Oktober 2026 yang saat ini masih dalam proses penyempurnaan sistem dan integrasi antar sistem masih terus dilakukan. (Tiaranissa Juliansyah)