Presiden Prabowo Subianto. Foto- Dok. BPMI Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Sebut Pembentukan Koperasi untuk Lawan Rentenir Desa
M Ilham Ramadhan Avisena • 22 March 2026 19:41
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan pembentukan koperasi desa sebagai solusi untuk memutus ketergantungan petani pada pinjaman berbunga tinggi dari rentenir. Program tersebut disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi rakyat dari tingkat paling bawah.
Menurutnya, keberadaan koperasi menjadi penting karena banyak petani menghadapi kesenjangan arus kas selama masa tanam hingga panen yang bisa mencapai empat bulan. Dalam periode tersebut, kebutuhan mendesak sering memaksa mereka mencari pinjaman cepat.
"Karena petani ini kan dia 120 hari baru panen. Di dalam 120 hari kadang-kadang istrinya sakit. Jadi dia perlu pinjam uang. Dia pinjam uang dari siapa? Dari rentenir. Dan rentenir itu ngeri. Dia itu 1% sehari," ujar Prabowo saat berdiskusi dengan sejumlah tokoh yang disiarkan di YouTube Prabowo Subianto, dikutip pada Minggu, 22 Maret 2026.
Prabowo menyebut praktik tersebut sebagai bentuk ketimpangan yang harus dihentikan. Ia menilai koperasi bisa menjadi instrumen untuk menyediakan akses pembiayaan yang lebih adil.
"Ini adalah penindasan manusia ke manusia. Masak orang miskin dikenakan 1% sehari?" tutur dia.
Melalui program Koperasi Merah Putih, pemerintah berencana menyediakan kredit dengan bunga lebih rendah bagi masyarakat kecil. Ia membandingkan tingginya bunga kredit mikro saat ini dengan biaya pinjaman yang dinikmati pelaku usaha besar.
"Rakyat kecil 20%. Saya bilang, tidak bisa. Nanti Koperasi Merah Putih harus di bawah itu. Kalau perlu 6% setahun. Bisa," jelas dia.

Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih. Dok. Istimewa
Baca Juga:
Begini Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8% |
Dia mengeklaim dalam waktu singkat pemerintah telah membangun puluhan ribu koperasi yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang.
"Siapa yang mengira kita bisa bikin 80 ribu koperasi lengkap dengan gudang, lengkap dengan cold storage, lengkap dengan semua itu dalam satu tahun? Kan enggak. Kita hari ini sudah 30 ribu koperasi," ungkap Prabowo.
Prabowo menilai persoalan utama ekonomi rakyat bukan semata kekurangan potensi, melainkan belum optimalnya pengelolaan dan organisasi.
"Jadi kekuatan ekonomi kita besar. Hanya tinggal di organisir. Tinggal diorganisir," ujar dia.