PM Thailand Ingin Perkuat Kerja Sama Dagang dengan Indonesia via Mekanisme JTC

PM Thailand Anutin Charnvirakul saat berbicara di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026. (YouTube / BPMI Setpres)

PM Thailand Ingin Perkuat Kerja Sama Dagang dengan Indonesia via Mekanisme JTC

Willy Haryono • 3 August 2026 19:24

Jakarta: Indonesia merupakan mitra dagang terbesar keempat Thailand di ASEAN dengan nilai perdagangan bilateral berkisar USD20 miliar, ucap Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.

Menurut Anutin, potensi peningkatan kerja sama dagang antar kedua negara ini masih sangat besar, dan perlu diperkuat melalui mekanisme Komite Perdagangan Bersama Thailand-Indonesia atau JTC.

"Thailand siap menjadi tuan rumah pertemuan pertama di tingkat Menteri Perdagangan. JTC ini akan menjadi kesempatan yang baik untuk menetapkan target perdagangan yang lebih ambisius dan memfasilitasi lebih banyak perdagangan dan investasi antara kedua negara kita," ucap Anutin.

Dalam isu ketahanan pangan, Thailand menyatakan siap menjadi pemasok beras berkualitas tinggi bagi Indonesia. Sebaliknya, Bangkok berharap dapat meningkatkan impor pupuk urea dari Indonesia dari sekitar 60.000 ton per tahun menjadi ratusan ribu ton setiap tahun.

Thailand juga meminta dukungan Indonesia untuk meningkatkan impor produk pertanian, daging, produk susu, serta mesin pertanian asal Thailand.

Selain itu, kedua negara didorong mempercepat penyelesaian sejumlah kesepakatan di sektor perikanan dan industri halal, termasuk kerja sama pemberantasan penangkapan ikan ilegal (IUU Fishing), pengembangan rantai pasok halal regional, serta pembaruan pengakuan bersama sertifikasi halal yang akan berakhir pada November tahun depan.

Di bidang investasi, Anutin menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah Indonesia terhadap perusahaan-perusahaan Thailand yang beroperasi di Tanah Air.

"Investor Thailand memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap iklim investasi Indonesia dan berharap dukungan tersebut terus berlanjut," tutur Anutin.

Sementara di bidang energi, Anutin mengusulkan agar Thailand-Indonesia Energy Forum, yang terakhir kali diselenggarakan pada 2014, kembali diaktifkan untuk memperluas kerja sama di sektor energi, termasuk gas alam, batu bara, dan sumber energi masa depan.

Baca juga:  Bertemu Presiden Prabowo, PM Thailand Tawarkan 36 Kendaraan Amfibi untuk TNI AL

(Willy Haryono)